Sergapreborn. Palangka Raya. Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmawati berkelit kepada wartawan setelah menanggapi pemberitaan atas pembangunan gedung kantor tersebut yang kini tengah berjalan.
Ia menyanggah melalui pesan Whatssap, Rabu, 20/03/2024 sekira Pukul 19.30 Wib bahwa pekerjaan tersebut belum habis masa pemeliharaanya, di sisi lain dirinya mengaku pernah menjadi bagian keluarga wartawan.
“Itu belum habis masa pemeliharaannya,” tukasnya.
Sebelumnya wartawan Sergap Reborn melakukan konfirmasi kepada kepala Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia BPSDM ( BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah atas rehab gedung dengan senilai sekitar Rp1,4 miliar di tahun anggaran 2024, namun tidak mendapatkan penjelasan secara detail atau terbuka.
Pada 2023 di objek yang sama senilai ratusan juta rupiah juga digelontorkan untuk rehab bangunan tersebut, sehingga program sebelum itu terkesan mubazir.
Di sisi lain sangat disayangkan terkesan mencari-cari kelemahan wartawan, padahal di era sekarang tentunya sebagai kepala instansi lebih paham tentang keterbukaan informasi publik dan terlebih jika proyek itu tidak bermasalah.
Perlu diketahui rehab gedung yang berlokasi dibelakang Kantor BPSDM itu, pada tahun 2023 telah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 700.000.000 rupiah dengan spesifikasi pekerjaan ganti keramik dan lain lainya, ironisnya setelah pekerjaan selesai pada tahun berikutnya dibongkar dan dianggarkan kembali pada tahun 2024
sebesar Rp 1.407.635.749 miliar apakah itu dibenarkan didalam aturan.
Kepala Dinas BKSDM Provinsi Kalimantan Tengah Rabu 20/3/2024 Rahmawati mengungkapkan, melalui pesan Whatssap kepada media ini, terkait berita tersebut proyek rehab gudang ditahun 2023 itu tidak ada masalah dan pekerjaan itu masih belum habis masa pemeliharaan.
“Jadi saya yakin dengan pekerjaan rehab itu tidak masalah karena belum habis dimasa pemeliharaanya, kami sudah kordinasi dengan rekan wartawan senior terkait dengan rehab gedung itu, ungkapnya,” tandasnya.( Ky )








