Kerinci

Lingkungan Hidup Yang Sehat Dan Bersih Menjadi Hak Dan Tanggungjawab Bersama “

Kerinci – Sergapreborn

Masalah sampah menjadi isu dan sorotan yang tak kunjung usai dari tahun ke tahun sebagai salah satu bagian dari sumber pencemaran lingkungan.
Pada hakikatnya, lingkungan hidup yang sehat dan bersih merupakan hak dan tanggungjawab bersama. Kenyataannya kondisi dan lingkungan dikabupaten Kerinci mulai terancam akibat ulah dan perilaku manusia sendiri. Salah satu sumber pencemarannya adalah sampah dan menjadi sumber bencana bersama, yaitu bencana lingkungan.

Saat diwawancara oleh awak media SERGAPreborn diruang kerjanya , Kadis Lingkungan Hidup kab. Kerinci Askar Jaya menyampaikan ,” Bahwa terkait banyaknya sampah yang belum tertangani dibeberapa titik, persoalannya adalah armada yang tersedia itu belum optimal ( full ).
Saat ini ada 5 armada kita yang dalam perbaikan dibengkel dan itu mempengaruhi armada yang cadangan. Jadi 9 Dump truck yang kita punya berarti ada 4 Dump truck yang bisa beroperasi dan ini mempengaruhi kinerja .Sehingga kita bagi karena wilayah ini bukan 1 titik saja hilir, mudik dan tengah. Akhirnya kita alokasikan untuk diwilayah kayu aro 1, wilayah tengah ada 2 dan wilayah hilir 1, itu tidak cukup menangani semua tumpukan sampah diberbagai desa .”

Oleh karena itu ada kondisi yang terlihat belum ditangani, itu tetap ditangani nantinya menjelang armada kita selesai dan dalam menunggu dana operasional yang saat ini masih dalam pengurusan. Serta menyangkut kendaraan ini barang bergerak yang membutuhkan suku cadang , kesediaan di semua bengkel disini tidak ada sehingga harus menunggu dipesan dari luar daerah dan itu sedikit mempengaruhi pelayanan persampahan. ” Lanjut Askar Jaya.

” Kami dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Kerinci sangat berharap pada masyarakat bahwasanya kontainer-kontainer yang sudah kita tempatkan bisa diarahkan kelokasi kontainer tersebut , jangan menumpuk pada 1 titik. Misalnya di Cupak artinya yang dijalur mulai dari Sleman dan Tanjung Tanah bisa diarahkan ke Cupak. Kemudian yang dijalur Koto Iman dimulai dari jalur Koto Petai, Koto Salak, dan koto Iman kita sediakan kontainer di Koto Salak. Sehingga sampah tidak menumpuk sepanjang jalan dan diluar kontainer.” Ungkap nya

” Saat ini DLH mempunyai 15 armada yaitu 6 Amrol , 9 Dump Truck dan dibagi 18 wilayah kecamatan. 3 kecamatan diatur 1 Amrol minimal 15 sampai 30 bak kontainer , dengan begitu bisa dibayangkan tingkat mobilisasi kendaraan yang besar .
Hubungan dengan bank sampah masih tetap , bank sampah hanya memilah sampah non organik sedangkan sampah organik tetap masih di TPS . Jadi dari titik-titik yang telah dikumpulkan , kita bantu untuk mengantar ke bank sampah . Kita berharap masyarakat membuang sampah pada titik yang telah ditentukan dan tidak menumpuk pada satu tempat serta berlaku tertib hingga tercipta lingkungan yang bersih .” Tutup Kadis DLH kab.Kerinci.

( EKA )

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button