Beranda Kerinci P3-TGAI TA 2026 di Kab. Kerinci, di Sorot Publik Dugaan Pungli 30%

P3-TGAI TA 2026 di Kab. Kerinci, di Sorot Publik Dugaan Pungli 30%

110
0

Sergapreborn Kab.Kerinci. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) TA 2026 di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi disorot publik. Program padat karya tunai dari Kementerian PUPR ini bertujuan memperbaiki jaringan irigasi berbasis peran serta petani untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam P3-TGAI, pekerjaan tidak menggunakan kontraktor. Pekerjaan dikelola, dikerjakan, dan diupah langsung oleh kelompok tani setempat. Tujuannya mengoptimalkan fungsi saluran irigasi agar pasokan air ke sawah lancar dan produktivitas pertanian meningkat. Sekaligus menjadi stimulus ekonomi perdesaan karena masyarakat mendapat upah langsung.
Namun pelaksanaan di wilayah Kab. Kerinci diduga jauh dari tujuan awal.

Muncul Dugaan Penyimpangan
Seorang konten kreator asal Kabupaten Kerinci, Deka Afriandes, melalui akun Facebook-nya pada Kamis, 23/7/2026, mengungkap adanya dugaan penyimpangan besar dalam program P3-TGAI 2026.

Ia menyebut dalam waktu dekat akan ada aksi besar-besaran di Jambi untuk membongkar kasus dugaan pungli dan “perampokan uang negara” lewat bisnis P3-TGAI 2026.

“Dugaan sementara melibatkan oknum anggota DPRD dan masalah ini akan kami laporkan ke ranah hukum sampai pelakunya ditangkap. Mari kepada seluruh mahasiswa terutama yang ada di Jambi, jangan kita biarkan perampok uang negara berkeliaran,” tulisnya.

Berdasarkan data yang ia sampaikan, terdapat kurang lebih 450 paket proyek P3-TGAI. Diduga kelompok tani diwajibkan memberikan fee 30% dari nilai proyek Rp195 juta. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab proyek dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai RAB karena anggaran sudah banyak disunat.

“Praktek pungli di program P3-TGAI diduga sudah lama terjadi. Masyarakat kadang tidak tahu apa itu P3-TGAI karena tahunya hanya dana desa. Diduga yang mendapatkan proyek ini dari tahun ke tahun adalah orang yang sama, karena dia royal terhadap suhunya, mau memberikan fee dan mau menjaga rahasia,” ujarnya.

Distribusi Proyek Diduga Tidak Merata
Dari data yang beredar, untuk Kabupaten Kerinci terdapat kurang lebih 90 paket. Lokasinya banyak tersebar di wilayah Siulak dan Kayu Aro. Sementara wilayah tengah dan hilir sangat sedikit.

“Mungkin karena penyambung tangan dari anggota DPR RI yang membawa aspirasi ini ke Jambi adalah orang Mudik berinisial (J), makanya proyek ini banyak untuk orang Siulak dan Kayu Aro,” tambahnya.

Padahal tujuan utama P3-TGAI adalah untuk membantu petani dengan fokus perbaikan dan rehabilitasi saluran irigasi tersier di pedesaan, meningkatkan layanan irigasi, dan memperluas area tanam.

Tuntutan Pengawasan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak BWSS VI, maupun “J” terkait dugaan tersebut.

Masyarakat dan kelompok tani di Kerinci mendesak agar ada pengawasan ketat dan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan P3-TGAI 2026. Agar anggaran negara benar-benar digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, bukan malah menjadi keuntungan segelintir pihak.

[Sergapreborn].

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini