Tasikmalaya

Pemasangan Jembatan Balay Di Pertanyakan ?

Tasikmalaya, Sergapreborn

(14/6 – 2021)

Saat ini pemeritah sedang gencar melakukan pembangunan lnspatuktur dengan tujuan agan roda perekonomian masyarakat dapat meningkat, seperti diantaranya penggantian jembatan cibeas di ruas jalan Tasikmalaya – karang nunggal tepatnya di wilayah kawalu kota Tasikmalaya yang sekarang sedang dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp.1.280.055.352,32 dan pelaksanaanya dipercayakan pada CV. MEDAL JAYA selaku pemenang lelang, tapi sayang dalam pelaksanaannya pembangunan tersebut telah banyak mengundang pertanyaan,

pasalnya dalam pelaksanaan tahap persiapan seperti pemasangan jembatan sementara atau jembatan bailey itu malah di kerjakan oleh tenaga dari UPTD pengelolaan jalan dan jembatan willayah pelayanan Dinas bina marga dan penataan ruang provinsi jawa barat begitu jiga dengan material jembatan bailey dan armadanya seperti mobil truck dan mobil.kren, itu menggunakan milik dinas. Lalu apa tanggung jawab perusahaan pemenang lelang.

Apakah perusahaan tersebut tidak mempunyai alat atau tidak mampu sewa alat sehingga harus menggunakan alat dari dinas, sampai truck saja harus menggunakan truck milik dinas, ujar sumber sergapreborn baru-baru ini.

Lebih jauh sumber mengatakan kenapa perusahaan itu bisa menang lelang kalau untuk sekedar mobil truck untuk mengangkut material bailey saja dia tidak mampu menyediakan.

Sementara kepala UPTD Pengelolaan jalan dan jembatan wilayah pelayanan v Adnan Guntara. ST.MT dalam keterangannya yang disampaikan oleh Ridwan selaku PPK menyatakan bahwa pekerjaan pemasangan jembatan sementara sudah termasuk dalam mata pembayaran yang tercantum dalam kontrak, UPTD V hanya membantu dari segi pemasangan jembatan sementara dikarenakan UPTD mempunyai tim pemasangan jembatan sementara, adapun untuk upah tenaga kerja dan bahan bakar menjadi tanggungjawab penyedia jasa, sementara untuk hal peralatan dan komponen jembatan bailey memang disediakan oleh UPTD V, dimana komponen jembatan sementara digunakan untuk kepentingan dinas dan UPTD V tidak menyewakan kendaraan truk atau kendaraan lainnya, kendaraan tersebut digunakan semata-mata untuk mobilisasi komponen jembatan sementara ataupun dalam proses pemasangan, paparnya. Dalam menanggapi hal tersebut,

Kustoyo selaku ka.sie pembangunan UPTD V membenarkan bahwa khusus dalam pemasangan bailey memang dikerjakan oleh tenaga harian dari dinas dan sebagian ada juga yang berstatus PNS. Karena kita khawatir pelaksanaan jembatan tersebut tidak selesai, dan mengenai upahnya itu menjadi tanggung jawab penyedia jasa.

( Tim )

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button