Bandung
Trending

Pemuda Bernama Doni Amaran Tanjung (21) Diduga dikeroyok Komplotan Begal

Seorang pemuda bernama Doni Amaran Tanjung (21) diduga dikeroyok komplotan begal di Jalan Juanda Bandung Jawa Barat pada Minggu dini hari (08/8/21).

Menurut keterangan ibu korban, Mulyani (48) kepada awak media mengatakan, korban pada saat itu tengah pulang dari daerah pagarsih menuju Dipatiukur Kota Bandung.

Namun, lanjut Mulyani, saat melintas di Jalan Ir. H. Juanda di dekat Hotel 101 tiba-tiba anaknya [Doni] diserempet oleh kawanan begal yang mengendarai empat motor berboncengan.

“Ga bisa ngelawan karena dipegang tangannya dan badannya sama temen-temennya begal,” ujar Mulyani saat ditemui, Minggu malam dikutip Penaku.ID jejaring Siberindo.

Saat itu, dikatakan Mulyani, korban juga mendapatkan perlakuan kekerasan. Tak hanya itu, barang milik korban juga digondol begal. Helm merk JPN senilai Rp300.000,- raib.

Kendati demikian, Mulyani masih bersyukur motor korban tak sempat dibawa kabur begal. Hanya korban mengalami luka di pelipis kiri atas akibat disiksa begal. “Cepat kurang lebih 10 menit mereka udh kabur,” kata Mulyani.

“Saya datang ke lokasi dan ngejar ke atas sampai ke Dago bulak balik ngga ketemu,” imbuhnya.

Sementara itu, korban [Doni] menambahkan, dirinya merasa tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Doni mengira komplotan yang menghadangnya itu murni para pelaku begal di Jalan Juanda Kota Bandung yang sering beraksi mengincar korban yang melintas di rute tersebut.

“Justru ga ada saksi sama sekali, Sepi banget saat saya dikroyok,” ungkap Doni.

Doni mengatakan dirinya tak sempat melawan karena jumlah tak sebanding. Pelaku juga hanya berselang beberapa menit setelah pengeroyokan langsung kabur. Motor miliknya juga tak sempat dibawa pelaku.

“Cuman ngga sempet ngambil motor,” kata Doni.

Ia bersama ibunya langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian terdekat. “Langsung lapor ke Polsek Bandung Wetan,” sahut Mulyani.

Mengutip laporan kepolisian kejadian tersebut dengan nomor LP/B/116/VIII/2021/ SPKT/ POLSEK BAWET/ POLRESTABES BANDUNG/ POLDA JABAR, tanggal 6 Agustus 2021 bahwa perkara dalam penyelidikan pihak kepolisian.

“Atas kejadian tersebut korban menderita luka benjol pada kening kiri, rahang sakit dan baju depan sobek dan menderita kerugian materil sebesar Rp300.000 dan melaporkannya ke Polsek Bandung Wetan guna pengusutan lebih lanjut,” tulis dalam laporan tersebut.

Ketua Umum Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP), A. tarmizi angkat bicara terkait kejadian yang menimpa Doni, secara Pribadi saya merasa prihatin atas musibah tersebut, Sejak ditetapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dimana Jalan-jalan di kota bandung banyak yang ditutup sehingga menimbulkan berkerumunnya kelompok pemuda di beberapa titik jalan di kota Bandung terutama di malam minggu, hal ini tentunya akan sangat berdampak terjadinya penyakit sosial dan kerawanan di jalanan contohnya yang menimpa Doni, Tuturnya.

Lebih lanjut Tarmizi mengatakan, seharusnya Walikota Kota Bandung selaku Kepala Daerah lebih intensif lagi melakukan koordinasi dengan Unsur Muspida Daerah, Ormas, Lsm, OKP dan Komunitas yang ada di Kota Bandung dalam menjaga stabilitas keamanan, apalagi Kota Bandung Masuk dalam Zona merah dan diberlakukannya PPKM, hal ini menjadi salah satu pemicu timbulnya penyakit sosial dan kerawanan di jalanan, selain itu personil kepolisian yang terbatas, Tegasnya.

( L2)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button