Karawang

Polres Karawang Musnahkan Barbuk Hasil Operasi Pekat Lodaya 2021

Karawang,SERGAPreborn –

Kapolres bersama Bupati serta Dandim 0604 Karawang saat acara pemusnahan barang bukti Miras dan Knalpot Racing, Senin (12/4/2021).

Menyambut bulan suci Ramadhan 1442H Polres Karwang melaksanakan opersai pekat lodaya 2021 sejak bulan Januari hingga April 2021. Hasil operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama tahun 2021 dimusnahkan oleh jajaran Kepolisian Resort Karawang yang dipimpin oleh Kapolres Karawang AKBP. Rama Samtama Putra di halaman Mapolres Karawang, Senin (12/4/2021).

Pemusnahan barang bukti secara simbolis dilakukan oleh Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, Ketua DPRD Karawang Pendi Anwar, Dandim 0604 Karawang, perwakilan Kajari dan pengadilan Negeri Karawang serta Forum Kerukunan Umat Beragama (F-KUB) Karawang untuk selanjutnya dimusnahkan menggunakan alat berat.

Barang dimusnahkan berupa 10.724 botol minuman keras, 102 kenalpot racing/bising, petasan, dan senjata tajam.

Sesaat sebelum memusnahkan barang hasil operasi, Kapolres mengatakan, Operasi memang setiap tahun rutin dilakukan agar masyarakat dalam menjalankan Ibadah puasa bisa berjalan tenang dan khusyu.

Selain itu, dalam operasi pekat juga berhasil mengamankan 59 tersangka.

“Perlu saya sampaikan juga, hasil tangkapan kasus narkotika kurun waktu 1 bulan terakhir sebanyak 35 kasus dengan 45 tersangka,” terang Kapolres.

Lanjut Kapolres, dirinya menghimbau kepada kita semua untuk terus menerapkan protokol kesehatan. Terlebih pada pelaksanaan ibadah pada bulan suci ramadhan merupakan sesuatu yang mutlak harus diterapkan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian yang telah berusaha untuk mengendalikan penyakit masyarakat seperti judi, miras prostitusi, psikotropika dan kenalpot racing.

“Fokus kita bisa lebih khusyu dalam menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan. Dan kita patut berbangga memiliki kapolres yang sangat sigap dan berusaha memberikan kenyamanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Lanjut Cellica, Ini tahun kedua covid melanda Indonesia, penerapan prokes di masjid atau mushola juga merupakan tanggung jawab kita semua, bukan cuma tanggung jawab DKM atau panitia di masjid atau mushola tapi menjadi tanggung jawab bersama agar kita bisa terbebas dari pandemi.

“Kita bersyukur masih bisa dipertemukan lagi dengan bulan ramadhan, yang belum tentu kedepannya kita bisa bertemu kembali,” pungkas Cellica. (Nara)

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button