Upaya Vaksinasi Rabies di Kabupaten Purwakarta: Melindungi Warga dan Hewan dari Ancaman Rabies

Selain kucing dan anjing, vaksinasi juga dilakukan terhadap monyet dan musang, hewan-hewan yang juga masuk dalam kategori Hewan Penular Rabies (HPR). Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskanak) Kabupaten Purwakarta, Ida Hamidah, upaya vaksinasi ini telah dilaksanakan secara konsisten selama empat tahun terakhir. Hingga Agustus 2024, sebanyak 1.547 hewan telah divaksinasi, dan jumlah ini akan bertambah untuk mencapai target 2.647 ekor di akhir tahun, yang akan dilanjutkan bersamaan dengan peringatan Hari Rabies Sedunia pada 28 September 2024.
“Mayoritas hewan yang divaksinasi adalah kucing dan anjing, dengan jumlah mencapai ribuan ekor, sedangkan monyet dan musang hanya beberapa puluh ekor,” jelas Ida. Hewan-hewan yang menjadi target vaksinasi ini termasuk yang dipelihara maupun yang liar, dengan tujuan untuk mencegah penyebaran rabies di lingkungan pemukiman warga.
*Kerjasama dengan Masyarakat dan Komunitas*
Program vaksinasi rabies ini melibatkan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas penyayang binatang, komunitas hewan kesayangan, dan komunitas pemburu. Ida mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat. “Mereka dilibatkan sejak tahap sosialisasi hingga pemberian vaksinasi, dan berkat kerjasama ini, program vaksinasi empat tahun terakhir berjalan sukses,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan vaksinasi, Diskanak Purwakarta menerjunkan 21 petugas yang terdiri dari tim Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Hewan, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat. Para petugas ini melakukan vaksinasi di 17 kecamatan di seluruh Kabupaten Purwakarta. Untuk memudahkan masyarakat, pos pelayanan vaksinasi juga didirikan, di mana warga bisa membawa hewan peliharaannya untuk divaksinasi secara gratis.
*Pentingnya Edukasi Masyarakat*
Selain vaksinasi, edukasi juga menjadi fokus penting dalam program ini. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Diskanak Purwakarta, Wini Karmila, menjelaskan bahwa virus rabies bisa menular melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk segera melakukan pertolongan pertama jika terkena gigitan atau cakaran, seperti mencuci luka dengan air dan sabun antiseptik, lalu segera mencari pertolongan medis.
“Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah dampak fatal dari rabies, yang bisa berujung pada kematian,” tegas Wini.
Langkah proaktif ini mendapat apresiasi dari Penjabat (Pj) Bupati Purwakarta, Benni Irwan. Melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Purwakarta, Rudi Hartono, Pj Bupati menekankan pentingnya melanjutkan program vaksinasi ini di tahun-tahun mendatang. “Langkah ini sangat strategis untuk melindungi masyarakat dari rabies dan memastikan hewan peliharaan tetap sehat,” kata Rudi.
Dengan vaksinasi dan edukasi yang berkesinambungan, Kabupaten Purwakarta berharap bisa terus menjaga kesehatan warganya dari ancaman rabies dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit ini.
(Herman B)



