Kalimantan Tengah

Ratusan Potong Kayu Hasil Illegal Logging Diamankan Ditpollairud Polda Kalteng

Sergapreborn – kota waringin

Ratusan potong
kayu gelondongan yang tidak mengantongi izin resmi diamankan Ditpolairud Polda Kalteng .

Sebanyak 400 batang kayu hasil pembalakan liar ini di amankan di Sungai Mentaya
Sabtu, 26 Juni 2021 16:30 WIB.

Tindak pidana pembalakan liar langsung ditangani oleh Direktorat Polairud Polda Kalimantan Tengah, diketahui kayu tersebut tanpa dilengkapi dokumen resmi yang saat ini berada di Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur.( KALTENG )

“Ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut dan masih dalam pengembangan terkait kayu ini akan dijual ke mana dan siapa yang penyandang dananya. Semoga kasus ini segera bisa kita ungkap semaksimal mungkin sampai ketemu siapa dalangnya,” ungkap Kapolda Irjen Pol Dedi Prasetyo di Sampit, Sabtu.

Kapolda Kalteng yang didampingi oleh Irwasda Kombes Pol Iman Prijantoro dan Direktur Polairud Kombes Pol Pitoyo Agung Yuwono saat memberi keterangan pers di Markas Komando Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah di Dusun Belanti Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit.

Dedi menjelaskan, pengungkapan kasus illegal logging ini terjadi pada 9 Juni lalu. Lokasinya di daerah aliran Sungai Mentaya Desa Kenyala Kecamatan Kota Besi yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Markas Komando Ditpolairud.

Kayu-kayu Meranti itu diperkirakan berasal dari hutan di kawasan Desa Kenyala. Rakit kayu tersebut ditemukan di muara, sebelum berhasil ditarik menyeberang ke Sungai Mentaya dari sungai kecil di Kenyala.

Saat penindakan, polisi mengamankan seorang pria berinisial K (39) yang sedang menarik rakit kayu tersebut. Warga Tersangka berinisial K (39) warga Desa Tumbang Penyahuan Kecamatan Bukit Santuai itu kini sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Polisi menyita 400 batang atau 191,16 meter kubik kayu diduga ilegal serta sebuah kelotok sebagai barang bukti perkara tersebut. Kini rakit kayu gelondongan itu sudah diamankan di samping dermaga Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah.

“Pasal yang dilanggar yaitu Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e dan Pasal 88 ayat (1) huruf a Jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” tegas Dedi.

Akibat pembalakan dan bisnis kayu ilegal itu, negara dirugikan dari dana yang tidak disetor kepada negara berupa dana provisi sumber daya hutan (PSDH) sebesar Rp8.557.870 dan dana reboisasi (DR) sebesar 2.225,97 dolar Amerika.

Ditpolairud sudah mengajukan izin kepada Pengadilan Negeri Sampit untuk melelang kayu sitaan tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang sebelum lelang tersebut diumumkan kepada masyarakat,”

( Kar)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button