Palembang

Razman Arif Nasution Siapkan 4 Laporan ke Polda Sumsel dan Tantang Pengacara dr Ansori Bertarung di Pengadilan

PALEMBANG –Servapreborn

Usai lebaran Idul Fitri, Dr Razman Arif Nasution SH SAg MA Ph.D, kembali turun ke Palembang, kedatangannya tersebut akan melaporkan dugaan penyerobotan tanah atas kliennya, ke Polda Sumsel, dengan 4 laporan sekaligus, hal ini diutarakannya langsung dari Kota Medan, melalui Akun Instagram miliknya, Sabtu (08/05/21).

“Seorang Lawyer yang professional mengerti kode etik seorang lawyer, bagaimana kita membuat statemen diatur juga dengan undang-undang, saya selalu mengedepankan azas praduga tidak bersalah, ada pun dalam kontek mafia tanah adalah salah satu program bapak Presiden Jokowi dan Ma’ruf ketika mencalon, dari calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019, saya juru bicara dari pasangan ini, saya juga menindaklanjuti apa yang menjadi program pertama program pertama sahabat saya Kabaresrim Komjen Agus Adrianto, dengan itu maka saya melihat, saya mendengar, saya merasakan, saya menyaksikan berbagai macam masukan yang sampai pada saya,” ungkap Razman.

Menurut Razman, dirinya berterima kasih pada media cetak dan elektronik yang ada di Kota Palembang, Sumatera Selatan dan juga Jakarta, apa yang menjadi keluhan kliennya telah mendapat respon.

“Saya ingin katakan bahwa ‘Mafia Tanah’ seseorang yang patut diduga yang melakukan tindakan dan melanggar undang-undang, memaksakan kehendak milik orang lain, dengan jaringan dan ini adalah sesuatu yang patut diduga merupakan satu jaringan karena apa, karena ada banyak tanah-tanah yang sedang saya tangani, saya tidak tau dokter ansori siapa, karena dia bukan pengusaha, konglomerat yang saya tahu James Riady lebih hebat dari pada dr Ansori yang punya rumah sakit siloam, bagi saya Ansori atau siapa pun tidak ada urusan, kalau dia dapat dibuktikan melanggar hukum dan menyalahgunakan apa yang dia miliki, dengan kekayaannya, maka dia termasuk ‘Mafia Tanah’, masih di uji di pengadilan dan ada data baru yang kita ajukan di pengadilan. Maka itu tetap kita katakan adanya dugaan ‘Mafia Tanah’. Kita tidak menuduh dr Ansori,” bebernya.

Razman mejelaskan, salah satu contoh korban dugaan ‘Mafia Tanah’ atas kliennya ‘Ibu Ratna Nasution, padahal putranya merupakan seorang Kompol Polisi, dan sekarang seorang terdakwa sedang berada di pesakitan disidang.

“Saya sudah jelaskan kepada Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum, saya ingatkan ini juga sedang saya dalami, menyalagunakan hak-hak orang lain dalam hal ini, menggunakan jabatannya, koneksinya untuk menguasai milik orang lain. Inilah ‘Mafia Tanah’ itu, tapi bukan orang perorang yang kita tuduh. Baca baik-baik pernyataan saya. Saya Razman Arif Nasution, akan bongkar Mafia Tanah yang ada di Kota Palembang. Saya tidak akan gentar dan tidak takut apalagi mundur,”tegas Razman.

Lanjut Razman, dirinya sedang mendalami akar permasalahannya dimana, apakah ada di Tjik Maimunah, apakah ada di dr Ansori, apakah ada di Wirawan Gunawan, apakah ada di tempat yang lain oknum BPN, apakah ada di oknum Kejaksaan, apakah ada di oknum Kehakiman, apakah ada di oknum Kepolisian.

“Saya gak ada urusan, kita sedang lacak dan cari, kesetaraan dimata hukum itu adalah prioritas kami oleh karena itu, jangan salahkan media, saya senang anda tampil mari kita bertarung, apakah anda bilang bahwa data anda (Nurmalah,red) yang paling valid. Namun kita lihat, kita punya novum (bukti baru,red) fakta baru dan kita akan lapor, kita tidak akan berhenti pada kota Palembang. Kita akan sampai ke Mabes Polri, kalau tidak tuntas ke Mabes Polri, saya akan bawa persoalan ini ke Komisi III DPR RI atau Komisi Pertanahan, disini saya ikut bertanggung jawab memantau perkembangan visi misi bapak Jokowi, termasuk urusan pertanahan di negara ini, saya yang menguji bagaimana keseriusan Mabes Polri dalam hal ini Kabareskrim untuk memberantas mafia tanah, bagi saya mafia tanah adalah kata-kata yang biasa tidak menakutkan, mafia itu adalah sekelompok orang atau perorangan dengan kekuasaan yang dia punya menguasai milik orang lain, melalui ada materi, jaringan dan power-power yang lain,” terang Razman.

Diakhir komentarnya di Akub Instagram milikya, Razman menantang Kuasa Hukum dr Ansori untuk bertarung di persidagan nanti.

“Saya InsyaAllah setelah lebaran akan datang ke Palembang, kami akan membuat 4 (empat) laporan sekaligus, Nurmalah kita akan tarung dan bertemu di pengadilan, kita lihat pihak kepolisian serius atau tidak, kita lihat pihak kejaksaan serius atau tidak. Oleh karena itu melalui media ini, saya membuka masker agar penjelasan saya terang benderang, Saya yakin media dan pak Kapolda akan serius memberantas ini dan juga yakin bapak Kapolri akan memberantas semua ini,” pungkas Razman.

(Jaja)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button