Ciamis

LSF Republik Indonesia Resmikan Desa Tigaherang Sebagai Desa Sensor Film Mandiri

Sergapreborn Ciamis Sosialisasi Desa sensor mandiri pengukuhan sahabat sensor dan pencanangan Desa sensor film mandir selasa 14/5/2022 bertempat di aula kantor Desa Tigaherang Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa barat.

Hadir dalam acara tersebut lembaga sensor film Republik Indonesia Dr. Nasruloh, Arturo Gunapriatna, Hafidah M.Pd, Sudarma Dipawikarta, Kepala Desa Tigaherang Abdul Muhyi S.IP, Moderator Nendi Firmansyah dan di tambah 50 pesrta yang terdiri dari Tokoh masyarakat, Tokoh pemuda, Alim ulama, PKK, Guru dan sejumlah tamu undangan lainya.

Dr Nasruloh dalam sambutanya menyampaikan kegiatan desa sensor mandiri ini bertujuan untuk meningkatkan penddikan dan kesadaran bagi masyarakat serta terbentuknya sahabat sensor untuk membantu LSF dalam rangka mensosialisasikan kepada masyarakat umum agar bisa memilah dan memilih tontonan secara mandiri sesuai dengan klasifikasi usianya sehinga bisa melindungi dan mendapatkan haknya menikmati film yang bermutu.

“Dengan ini tidak dapat di pungkiri bahwa film sebagai karya seni budaya yang dapat di pertunjukan merupakan media komunikasi massa membawa pesan yang berisi gagasan vital kepada publik (khalayak) dengan pengaruh besar.

Oleh karena itulah menurut Dr Nasruloh sesuai dengan UU nomer 33 tahun 2009 film mempunyai pungsi pendidikan, hiburan, komunikasi dan mendorong kaya kreatif, film juga dapat berpungsi ekonomi yang mampu memajukan kesejahtraan masyarakat, dengan demikian film mampu menyentuh berbagi segi kehidupan manusia dalam bermasyarak berbangsa dan bernegara.

Dalam rangka memajukan perfilman Indonesia dan memastikan bahwa film yang di tayangkan adalah konten yang layak sesuai dengan nilai budaya bangsa kebhinekaan, nasionalisme dan tidak mengandung unsur unsur yang bisa merusak kehidupan berbangsa dan bernegara, maka dengan itu perlu mekanisme filtrasi melalui proses penyensoran sebagai mana di atur dalam undang undang nomer 33 tahun 2009 tentang perfilman dimana setiap film dan iklan film yang akan di tayangkan wajib mendapatkan tanda lulus sensor dari lembaga sensor film, dengan adanya Desa sensor mandiri di harapkan mempu menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan kepada masyarakat agar bisa memilih memilah film yang sehat dan bermutu.

( Ule Sulaeman )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button