Ciamis
Trending

Euforia PSGC Ciamis Lolos ke Liga 2 2026, Ribuan Suporter Tumpah Ruah Sambut Tim Kebanggan

Sergapreborn Kabupaten Ciamis,- Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Tatar Galuh. Tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Ciamis, PSGC Ciamis, dipastikan lolos dan akan berlaga di kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026/2027. Kepastian tersebut langsung disambut euforia besar dari pemerintah daerah dan masyarakat yang menilai keberhasilan ini sebagai momentum kebangkitan sepak bola Ciamis di level nasional.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian gemilang tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar penyambutan meriah bagi para squad Tim PSGC Ciamis, Senin (9/2/2026). Ribuan suporter tumpah ruah memadati pusat kota untuk menyambut kedatangan tim yang baru saja memastikan tiket ke Liga 2.

Penyambutan dimulai sejak rombongan tim tiba di stasiun. Gelombang suporter dengan atribut kebanggaan PSGC langsung mengiringi konvoi panjang yang bergerak melintasi sejumlah ruas jalan utama kota. Iring-iringan konvoi melewati Jalan Pemuda, Simpang Ramona, Simpang Etom, Jalan Ahmad Yani, Simpang Kodim, Jalan MR Iwa, Jalan Letnan Samuji, Stadion Galuh, Simpang Gayam, Jalan KH Ahmad Dahlan, Taman Lokasana, hingga Perempatan Tonjong sebelum berakhir di Halaman Pendopo Kabupaten Ciamis.

Sepanjang rute perjalanan, kota Ciamis berubah menjadi lautan manusia. Yel-yel kebanggaan Laskar Singacala menggema di setiap sudut jalan, mencerminkan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap tim kebanggaan daerahnya.

Di Pendopo Kabupaten Ciamis, para pemain dan official PSGC disambut langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang juga menjabat sebagai CEO PSGC Ciamis. Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain, pelatih, manajemen, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan tanpa henti.

“Penantian yang sangat panjang, prestasi ini bukan hanya milik tim, tetapi milik seluruh masyarakat Ciamis. Ini adalah bukti bahwa dengan kerja keras, kebersamaan, dan doa, kita mampu kembali membawa PSGC ke level yang lebih tinggi. Semoga ini menjadi awal kebangkitan yang lebih besar,” ujar Herdiat.

Keberhasilan promosi ke Liga 2 tahun 2026 sekaligus mengingatkan pada catatan sejarah manis PSGC Ciamis. Pada tahun 2013, Laskar Galuh berhasil promosi dari Divisi I ke Divisi Utama Liga Indonesia setelah meraih posisi juara III. Momentum tersebut kemudian berlanjut dengan kiprah impresif di Divisi Utama tahun 2014 yang semakin mengukuhkan PSGC sebagai salah satu tim yang diperhitungkan di level nasional.

Kini, lebih dari satu dekade berselang, sejarah manis itu kembali terulang. Lolosnya PSGC ke Liga 2 menjadi bukti bahwa semangat juang Laskar Galuh tetap terjaga dan terus berkembang. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat berharap prestasi ini menjadi titik awal kebangkitan sepak bola Ciamis yang lebih besar, sekaligus mendorong pembinaan atlet muda agar semakin berdaya saing.

Pelatih kepala PSGC Ciamis, Herry Kiswanto, mengungkapkan perjalanan menuju Liga 2 tidaklah mudah. Ia menilai komposisi tim yang memadukan pemain junior, setengah junior, dan senior menjadi tantangan tersendiri sepanjang kompetisi.

“Pemain junior, setengah junior, dan senior itu unik. Ini tantangan, tapi Alhamdulillah saya dan para pemain bisa bekerja sama sehingga tim PSGC lambat laun menjadi solid. Itu memang tujuan utama kami,” ujarnya.

Menurut Herry, melatih pemain muda membutuhkan pendekatan yang berbeda dibanding pemain senior. Grafik performa pemain muda yang fluktuatif harus diimbangi dengan pendekatan psikologis dan komunikasi yang intens.

“Kalau pemain muda grafiknya naik turun, pendekatannya harus beda. Harus dimaklumi, di-approve dengan komunikasi yang baik. Itu seninya melatih pemain muda,” jelasnya.

Ia juga menilai persaingan di grup yang dihadapi PSGC sangat ketat. Namun, evaluasi dan analisis rutin membuat tim mampu berkembang hingga akhirnya memastikan tiket promosi.

“Tantangan di grup berat sekali, tapi Alhamdulillah anak-anak bisa melalui dan kita lolos. Setiap hari kami lakukan evaluasi dan analisa, dan tim terus berkembang,” ungkapnya.

Menatap Liga 2, Herry memilih bersikap realistis dan memberi waktu jeda sebelum menyusun persiapan matang. Meski demikian, ia optimistis PSGC bisa menjadi kekuatan baru di sepak bola nasional jika seluruh elemen terus bersatu.

“Yang terpenting dukungan dari masyarakat Ciamis harus tetap sama, saat sukses maupun tidak. Mental pemain itu berbeda-beda, jadi dukungan sangat penting. Kalau kita bisa bekerja sama, insyaallah Ciamis bisa jadi kekuatan besar di sepak bola nasional,” pungkasnya.

Euforia penyambutan di Pendopo Ciamis menjadi simbol kebersamaan antara tim, pemerintah, dan masyarakat. Dengan dukungan penuh dari seluruh warga Tatar Galuh, PSGC Ciamis diharapkan mampu tampil maksimal di Liga 2 tahun 2026 dan kembali mengharumkan nama daerah di kancah sepak bola nasional.

Her

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button