Sergapreborn Pangandaran Selama sepuluh tahun Ibu Sari penjual kaki lima ( PKL ) di Cagar Alam Ciborok pantai Pananjung tanpa kenal lelah setiap hari berangkat pagi pulang sore untuk mengais Rezeki membantu penghasilan suami demi menghidupi keluarganya.
Saat diwawancara awak media ditempat jualanya Sari mengatakan, sebelum ini awalnya kami berjualan pakaian tetapi dengan perubahan gaya hidup yang serba online akhirnya para PKL sepi pembeli,” katanya.
Untuk itu kami memutar otak beralih profesi berjualan minuman dingin ditempat ini walaupun jarak dari rumah lumayan jauh, tetapi dengan senang hati kita jalani.
Dikatakan Sari Suka dukanya seorang PKL dalam mengais Rezeki ditempat wisata tergantung banyak dan tidaknya para pengunjung jika hari libur sehari bisa mendapat hasilan sebesar Rp 500 dan untuk hari biasa rata-rata Rp 100 sehari,” tuturnya.
Tetapi kami para PKL khususnya yang ada di pantai Pananjung terkendala dengan tidak adanya lampu penerangan, terutama dimalam hari suasana gelap gulita, untuk itu dengan rendahan hati kami berharap kepada Pemkab Pangandaran supaya pantai Pananjung dipasang lampu Mercuri agar kami bisa berjualan di malam hari,” pungkasnya.
( Tim )








