Ciamis

Targetkan Tuntas 2022, Konsultan Pembangunan Lewi Keris Gelar Konsultasi RTD dengan Pemkab Ciamis

CIAMIS Sergap Reborn 25/3/2021

Bendungan Leuwi Keris ditargetkan tuntas pada tahun 2022 menyikapi hal tersebut Konsultan Pembangunan Lewi Keris menggelar Konsultasi Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Leuwi Keris bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis di ruang Oproom, Kamis (24/03/2021).

Konsultasi tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah dengan diikuti oleh ketua BBWS Citanduy, Unsur Forkopimda, para SKPD terkait, Camat Cijeungjing serta para perwakilan konsultan pembangunan bendungan Leuwi Keris.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Bambang Hidayah, M.E. mengatakan bendungan di samping bermanfaat untuk memenuhi berbagai kebutuhan bagi manusia juga menyimpan potensi bahaya yang sangat besar bila tidak dikelola dengan baik.

Contohnya dapat menyebabkan terjadinya kerugian jiwa dan materi serta hancurnya infrastruktur yang ada maka dari itu perlu adanya rencana tindak darurat.

“Terkait dengan pelaksanaan pembangunan Bendungan leuwikeris yang terletak diantara Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya maka kami melakukan kegiatan penyusunan RTD karena dianggap merupakan salah satu syarat kelengkapan dari dokumen untuk proses sertifikasi pengisian waduk, ” Ungkap Bambang.

Bambang menjelaskan rencana tindak darurat akan menjadi satu panduan bagi pengelola atau pemilik bendungan dalam hal ini BBWS Citanduy dan Pemerintah Daerah atau BPBD dalam melakukan tindakan pada saat terjadi keadaan darurat pada bendungan.

“Sebagai bahan informasi bendungan Leuwi Keris ditargetkan secara fisik selesai pada akhir 2022, sehingga terget pada tahun 2023 bisa dilaksanakan infounding, oleh karenanya kami berkonsultasi dengan Pemkab Ciamis, ” Ucapnya.

Sementara itu konsultan Pembangunan Leuwi Keris Luthfi menambahkan diantara tujuan RTD Bendungan leuwi keris adalah memberi petunjuk yang sistematis untuk mengenali masalah yang mengancam keamanan bendungan.

Luthfi menuturkan isi RTD Bendungan Leuwi Keris diantaranya terkait pengamanan bendungan yang merupakan tanggung jawab BBWS sementara mengenai penyelamatan masyarakat, pemerintah kota / kabupaten mempunyai tanggung jawab yang sama dengan pengelola.

Menanggapi hal itu Sekda Ciamis Dr. H. Tatang M. Pd menyampaikan pembangunan Bendungan Leuwi Keris merupakan salah satu upaya pemerintah sebagai projek strategis nasional.

“Disamping banyak manfaat yang akan didapat dengan bendungan tersebut, kita juga harus waspada dengan dampak yang sewaktu waktu bisa terjadi, maka dari itu RTD dianggap penting untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, ” Katanya.

Tatang berharap pihak konsultan melakukan koordinasi terkait RTD yang telah dibuat kepada masyarakat khususnya di wilayah terdekat dengan bendungan.

Selain itu simulasi bencana dan penzonaan wilayah dianggap penting untuk memudahkan masyarakat ketika di evakuasi dan penentuan tempat-tempat evakuasi.

“Semoga didapatkan hasil yang terbaik dari konsultasi RTD ini dan bisa jadi pedoman yang baik, shingga ketika terjadi dampak bisa dicegah dan diantisipasi secara cepat dan tepat, ” Pungkasnya. (Lili Romli)

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button