Lampung

Tiga Hasil Uji Laboratorium (Lab) Limbah PT Ciomas Adisatwa Tidak Sama

Sergap reborn-Lamsel Hasil uji Laboratorium (Lab) limbah PT Ciomas Adisatwa di Desa Talangbaru Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Lamsel) oleh Dinas Lingkungan Hidup Lamsel berbeda dengan hasil uji lab warga, padahal di uji ditempat yang sama.

Awak media menyambangi kantor Dinas Lingkungan Hidup Lampung Selatan untuk menanyakan hasil Uji laboratorium limbah PT Ciomas Adisatwa yang diduga mencemari sungai way katibung, Rabu (9/2/2020).

Kepala bidang penataan dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup Ervan kurniawan saat ditemui awak media mengatakan untuk hasil uji laboratorium limbah PT Ciomas Adisatwa yang kami ambil tanggal 18 Januari 2022 hasilnya sudah keluar dan sudah dikirim ke pihak PT Ciomas Adisatwa.

“Untuk air yang DLH ambil dari sungai yang berada di belakang PT Ciomas Adisatwa adisatwa, hasil dari lab nya ada pencemaran lingkungan. Tapi hasil uji lab dari PT Ciomas Adisatwa sendiri hasilnya tidak ada pencemaran sungai lingkungan,” tuturnya.

Sebelum DLH kabupaten mengambil sempel limbah PT Ciomas Adisatwa, masyarakat sudah terlebih dahulu mengambil sempel limbah PT Ciomas Adisatwa di malam hari.

Hasil lab dari pihak warga saat menguji di lab DLH Provinsi yang mana hasilnya bertolak belakang dengan hasil PT Ciomas Adisatwa.

“Kami binggung kenapa bisa beda – beda hasil uji lab nya,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa Hasil Lab Limbah PT Ciomas Adisatwa Belum Diketahui, Kabid DLH Seperti Menghindar 8 Februari 2022, bahwasanya hasil dari uji laboratorium limbah pembuangan PT Ciomas Adisatwa yang dilakukan Dinas Lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Lampung selatan, hingga kini belum diketahui hasilnya.

Saat awak media mendatangi ke kantor DLH Kabupaten Lampung Selatan untuk konfirmasi mengenai hasil laboratorium Limbah PT Ciomas Adisatwa kepada Kepala bidang penataan dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup, Ervan Kurniawan tidak ada dikantornya.

“Bapak sedang ada tugas diluar,” kata salah satu staff DLH Kabupaten Lamsel.

Selanjutnya, awak media mencoba menghubungi Kabid DLH Lamsel tersebut melalui ponselnya.

“sedang ada tugas diluar besok aja ya mas,” jawab Ervan Kurniawan via WhatsApp, Senin (7/2/2002).

Tidak sampai disitu, pada Selasa (08/02/2022) awak media mencoba menghubungi Kabid Ervan kembali untuk bertemu sesuai dengan janjinya kemarin. Namun sayangnya, Ervan kembali mengatakan belum bisa bertemu hari ini.

“Assalamualaikum bang. Maaf hari ini saya kebetulan ada kegiatan di Provinsi. Besok aja ya klo mau ketemu, jam 10 an,” jawab Ervan lagi via WhatsApp.

Sementara, Ketua FSB KIKES Lampung Selatan, Abadi Heru mempertanyakan hasil laboratorium limbah pembuangan PT Ciomas Adisatwa ke sungai Way Katibung tersebut yang sampai saat ini belum juga diketahui hasilnya.

“Kalo dihitung mundur, ini sudah 22 hari lamanya tapi kenapa belum keluar juga hasil uji labnya dan melihat hal ini terkesan menghindar,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Selatan turun langsung Ke PT Ciomas Adisatwa di Desa Talang Baru, pada Selasa (18/1/2022) terkait dugaan pencemaran lingkungan pembuangan air limbah ke sungai way katibung mengambil sample air dari sungai way katibung dari pembuangan limbah perusahaan tersebut.

Sebelum pengambilan sample air sungai dari limbah perusahaan, dan mengecek juga beberapa ruangan untuk penampungan limbah, rombongan dari dinas lingkungan hidup kabupaten Lamsel dan di damping oleh beberapa awak media diantaranya, media Metro Nusantara News, media Sergap reborn dan media Lampung Terkini, dan di temui langsung di ruangannya oleh pihak dari management PT Ciomas Adisatwa bapak Najih dan bapak Natan.

Pihak dari Management PT Ciomas Adisatwa tersebut yang diwakili oleh bapak Najih dan beliau mengatakan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan kedatangan rombongan dinas lingkungan hidup dan media untuk melakukan audit atau investigasi, “dan beliau mengatakan juga bahwa air limbah kami sudah dalam keadaan sangat bersih sebelum dialirkan ke sungai dan air limbah sisa penyaringan ini kami sebut lebih bersih dibandingkan air sungai yang ada dibelakang perusahaan kami Ujarnya”.

Dalam diskusi tersebut juga dari dinas lingkungan hidup dan awak media mengajukan pertanyaan ke perusahaan tersebut mengapa pembuangan bulu ayam oleh vendor tidak menggunakan terpal atau bak mobil yang tertutup sehingga saat pengangkutan maka cairan akan berceceran di sepanjang jalan yang dilewati sehingga menimbulkan aroma bau busuk, Najih pun mengatakan iya pak akan kami evaluasi kembali untuk pengangkutan nya oleh vendor kami dan bulu ayam di bawa ke wilayah negeri sakti oleh vendor yang bersangkutan.

Dari dinas lingkungan hidup juga melakukan beberapa pengecekan dokumen perusahaan, seperti izin, dan juga hasil-hasil uji laboratorium sebelumya oleh perusahaan yang bergerak di bidang pemotongan ayam ini.

Kepala bidang dinas lingkungan hidup bapak Ervan mengatakan, setelah tim turun kelapangan untuk mengambil sample air dari sungai way katibung mulai dari hulu, tengah, dan hilir semua sample telah kami ambil, maka sample-sample air sungai tersebut akan kami bawa ke dinas lingkungan hidup kabupaten Lampung selatan untuk dilakukan uji laboratorium dan beliau juga mengatakan untuk uji laboratorium, sample air ini hasilnya memakan waktu kurang lebih sekitar 7-14 hari, dan untuk hasil uji laboratorium nya nanti akan kami kabari kepada PT Ciomas Adisatwa dan pihak dari awak media.

(Tim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button