Tragedi, Pilu Keluarga Penerima Manfaat ( KPM) dalam program BPNT

0
214
Poto : Ilustrasi

Tasikmalaya – Sergapreborn

Dugaan penyelewengan program bantuan pangan non tunai ( BPNT ) diwilayah hukum kecamatan Tamansari kota Tasikmalaya , selain dugaan adanya selisih berupa paket yang dibagikan e warung, yang sangat meresahkan adanya beberapa KPM yang sudah meninggal masih terus dicairkan oknum dan tidak disetorkan nya kepada hak ahli warisnya, Ironisnya malah d bagi-bagi oleh oknum terduga.

Dugaan penyimpanan bantuan pangan non tunai ini nengundang kekecewaan dan riak di masyarakat karena mereka jelas merasa di rugikan terlebih dari ahli waris keluarga penerima manfaat ( KPM ) yang sudah meninggal dunia , karena kartu ATM milik KPM yang sudah meninggal dicairkan oleh oknum dan hasilnya tidak diberikan kepada hak warisnya . Seperti halnya yang terjadi di RW 011 Kel. Setiawargi Kec. Tamansari Kota Tasikmalaya.

Sumber mengatakan kelompok RW 08 dan RW 19 masih terjadi oknum ketua kelompok yang masih mengkolektif kartu BPNT dengan alasan mempermudah dan jarak tempuh ke eWarung , kami tanya kepada sumber apakah dengan sistem kaya begitu melanggar aturan ?

Sumber pun menjelaskan sangat melanggar aturan , itu juga telah kami melakukan sosialisasi dengan pihak ketua kelompok supaya tidak dilakukan seperti yang terjadi kebelakang dengan adanya pengkolektifan pencarian BPNT , supaya masyarakat menjadi cerdas ,” paparnya.

Lanjutnya kalo kartu bukan KPM itu yang pegang mereka tidak akan mengetahui saldonya ada apa kosong , lagian kartu BPNT kan pakai no rahasia (pin) jadi bentuknya sangat rahasia ,” ungkapnya

Lurah Setiawargi menyebutkan kami belum pernah menerima laporan seperti ini ,terima kasih telah memberitahukan ,”ucapnya
Sebetunya kami selalu memberikan pembinaan lewat rapat rapat dan selalu monitoring ke setiap eWarung ,”ungkapnya.

Lemahnya pengawasan dan pemantauan terhadap penyaluran sampai ke tingkat KPM dari para pemangku lebijakan program BPNT di wilayah hukum Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, sehingga terjadi penyelewangan oleh oknum.

Disamping komoditi yang kurang sesuai dengan kualitas dan isi, hal itu selalu terjadi setiap kali pendistribusian BPNT sehingga merugikan KPM juga tidak amanah terhadap program pemerintah yang sangat begitu bagus dalam mensejahterakan rakyatnya melalui program BPNT. Tapi ada saja oknum yang memanfaatkan proram tersebut untuk kepentingan pribadi sehingga jelas mencederai dan merugikan keuangan negara, begitupun masyarakat penerima manfaat jelas sangat dirugikan.

Tindakan tegas sangat perlu dilakukan oleh pemerintah kepada mereka oknum yang seharusnya mendampingi , memfasilitasi , menyerap aspirasi dan membantu warga KPM yang mendapat kesulitan, tapi ini malah ikut bermain dalam pengadaan komoditi BPNT . Akibatnya banyak terjadi hal-hal yang mergikan masyarakat terutama KPM.

(Tim)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here