Ciamis
Trending

Viral Warga Ciamis Curhat ke KDM Lansia Sakit dibonceng Motor Tak Bisa Bayar Mobil Desa

Sergapreborn Ciamis Sebuah video pengaduan warga asal Kabupaten Ciamis kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, viral di media sosial. Video tersebut menampilkan seorang perempuan yang membonceng dua warga lanjut usia (lansia) dalam kondisi sakit untuk menuju rumah sakit. Pengunggah video itu diketahui bernama Alma. Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi di Desa Hegarmanah, Cidolog, Ciamis. Baca juga: Berani Tutup Tambang Granit, Dedi Mulyadi Klaim Langsung Ditelepon Kementerian Perindustrian

Lansia Sakit Terpaksa Dibonceng Motor Dalam video yang beredar, Alma memperlihatkan dua warga lansia yang sedang sakit dan hendak dibawa berobat ke rumah sakit. Namun, keduanya terpaksa dibonceng menggunakan sepeda motor karena tidak sanggup membayar mobil siaga desa.

“Pak Dedi, tinggali Pak Dedi, anu bade ka rumah sakit belaan dirempet tiluan, teu sanggem mayar Mobil Desa na awis teuing (Pak Dedi, lihat Pak Dedi, ini warga yang akan ke rumah sakit bela-belain dibonceng tiga orang karena tak sanggup membayar Mobil Desa terlalu mahal),” ujar warga Ciamis tersebut.

Jarak ke Rumah Sakit Sekitar 28 Kilometer Alma menjelaskan, dua warga lansia itu dibonceng olehnya karena keterbatasan biaya untuk menggunakan mobil desa. Padahal, jarak dari desa menuju rumah sakit di Ciamis mencapai sekitar 28 kilometer. Ia menyebut, tarif Mobil Desa yang ia ketahui berada di kisaran Rp 350.000 hingga Rp 400.000 sehingga memilih menggunakan sepeda motor.

Alma mengaku sudah lama menyimpan rasa kecewa terhadap pelayanan di desanya. Melalui video tersebut, ia secara langsung menyampaikan keluhan kepada Dedi Mulyadi.

“Coba diaudit ka dieu Pak Dedi, diaudit Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sebagai warga merasa sudah lelah bersabar. Baca juga: Pria di Jakbar Dianiaya Tetangga karena Suara Drum, Habiburokhman: Arogan, Kapolres Harus Tindak Tegas Mengaku Pernah Diintimidasi Tak hanya soal mobil desa, Alma turut menyampaikan curahan hatinya terkait perlakuan yang ia rasakan selama ini. Ia mengaku kerap dihakimi setiap kali menyampaikan kritik

“Abdi tos capek, upami nyarios sok dihakimi Pak Dedi, abdi teh sok disalah-salahkeun (Saya sudah capek jika berbicara malah dihakimi dan disalahkan),” ungkap Alma

Bahkan, Alma menyebut pernah mengalami intimidasi dari oknum aparat di desanya. Lewat video pengaduan tersebut, Alma berharap Gubernur Jawa Barat dapat turun langsung untuk meninjau kondisi dan pelayanan aparatur desa tempat tinggalnya.

Kepala Desa Bantah Tarif Sewa Mobil Desa Terpisah, Kepala Desa Hegarmanah, Muhammad Nur Ali, angkat bicara terkait video yang viral tersebut.

Ia menegaskan, Pemerintah Desa Hegarmanah tidak pernah memungut biaya sewa mobil siaga desa. “Mobil desa itu tidak ada biaya sewa sepeser pun. Desa tidak menerima uang dari penyewaan, yang ada hanya penggantian bensin dan untuk sopir, itu pun sesuai aturan dan kesepakatan,” ujar Nur Ali saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (16/2/2026).

Warga Miskin Ekstrem Digratiskan Menurut Nur Ali, penggunaan mobil siaga telah diatur dalam Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa Tahun 2024 tentang pengadaan dan penggunaan mobil desa siaga beserta standar operasional prosedur.

Ia menyebut, bagi warga yang masuk kategori miskin ekstrem pada desil 1 dan 2, seluruh biaya dibebaskan. “Kalau yang miskin ekstrem itu gratis, tidak bayar bensin, tidak bayar sopir.

Bahkan sopir juga tidak pernah menerima bayaran dari desa,” katanya. Sempat Beri Bantuan Rp 500.000 dari Baznas Nur Ali juga menjelaskan, sehari sebelum jadwal kontrol ke RSUD Ciamis, ia mendatangi rumah orangtua Alma untuk memberikan bantuan dari Baznas sebesar Rp 500.000.

“Waktu itu yang ada di rumah hanya orang tuanya Alma. Saya tanya ke Pak Dayat (ayah Alma yang sedang sakit) rencananya besok kontrol pakai apa. Dijawab akan pakai motor,” ungkapnya. Ia menuturkan, pada hari yang sama dengan jadwal kontrol, mobil siaga desa telah lebih dulu dipesan oleh warga lain untuk keperluan berobat ke wilayah Tasikmalaya. “Mobil sedang dipakai warga lain yang lebih dulu memesan.

Saya tidak mungkin membatalkan yang sudah pesan lebih dulu,” jelasnya. Baca juga: Nasib Kakek di Cilincing: Dituduh Jukir Liar, Jadi Pemulung Usai Gadai SK Pensiun Guru Terjadi Miskomunikasi Terkait isu tarif Rp 250.000 hingga Rp 400.000, Nur Ali menyebut angka tersebut bukan biaya sewa, melainkan perkiraan kebutuhan operasional berdasarkan jarak tempuh. “Misalnya ke Bandung itu bensin bisa Rp250 ribu sampai Rp300 ribu pulang-pergi. Kalau ditambah konsumsi sopir, bisa Rp400 ribu sampai Rp500 ribu. Itu hitungan wajar sesuai jarak, bukan biaya sewa,” jelasnya.

Ia menduga, informasi yang diterima Alma berasal dari berbagai cerita warga yang berbeda-beda

Ada yang bilang Rp300.000, ada yang Rp250.000, bahkan ada yang tidak bayar sama sekali. Itu tergantung kondisi dan kategori warganya,” ujarnya.

Nur Ali mengaku belum bertemu langsung dengan Alma setelah video viral tersebut beredar. “Saya khawatir kalau masih dalam kondisi emosional, nanti malah muncul video baru seolah-olah kepala desa mengintimidasi. Jadi kami memilih menunggu suasana kondusif,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Desa Hegarmanah terbuka terhadap evaluasi. “Kalau memang ada kekurangan dalam sosialisasi, itu jadi bahan evaluasi kami. Tapi yang jelas, tidak ada pungutan sewa mobil desa,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Viral Warga Ciamis Ngadu ke Dedi Mulyadi, Warga yang Sakit Bayar Mobil Desa Ditarif Rp350 Rib

Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2026/02/16/180221578/viral-warga-ciamis-curhat-ke-dedi-mulyadi-lansia-sakit-dibonceng-karena-tak?page=3.

( Heri)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button