Wah Parah !! Baru Hitungan Bulan Rabat Beton Desa Semerah Sudah Retak Diduga Asal Jadi

Sergapreborn Kab.Kerinci. Kegiatan fisik yang menggunakan Dana desa sudah selayaknya kualitas bagus apalagi selesai dikerjakan dalam hitungan bulan. Sehingga hasilnya diharapkan bisa bermanfaat jangka panjang, tidak retak hanya sekedar memenuhi kewajiban seorang Kepala desa terhadap SPJ dan laporannya, ujung-ujungnya hanya bayar temuan audit Inspektorat dan hasil pekerjaan tetap memiliki kualitas rendah, tidak ada perbaikan, sehingga sarat dugaan kesengajaan korupsi makin nyata.
Pengerjaan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2023 di Desa Semerah Kecamatan Tanah Cogok Kabupaten Kerinci Prov.Jambi dari hasil pantauan awak media SERGAPreborn,9/1/2024 di duga sarat korupsi pasalnya pekerjaan baru hitungan bulan siap, kini sudah mulai retak dan kerikil sudah terburai terkesan pada waktu pengerjaan asal jadi saja, tidak memperhatikan kualitas dan kuantitasnya, dan disinyalir Kurangnya pengawasan dari instansi terkait, yang akan mengakibatkan berpotensi merugikan keuangan negara.
Pekerjaan rabat beton tersebut ada dibeberapa titik, juga ditemukan panjangnya bervariasi. diduga tidak memperhatikan spesifikasi teknis atau rencana anggaran biaya (RAB), sehingga kualitas dan kuantitasnya rendah tidak bertahan lama.
“Ini adalah merupakan bukti bahwa pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut diduga ada yang tidak beres, terlihat dari keretakan pada pekerjaan rabat beton itu, dan kerikil sudah buyar padahal baru selesai hitungan bulan.” Ujar Sikorman Ketua LSM Fakta.
“Kami dari LSM Fakta menyoroti monev lapangan yang dilakukan oleh Dinas PMD kab.Kerinci terkait pekerjaan fisik Desa yang asal jadi, kami menduga petugas monev hanya sekedar berdiri di lokasi danmengambil dokumentasi untuk melihat ada pekerjaan desa tanpa mengecek kualitas dan kuantitas pekerjaan. Sehingga melancarkan rekomendasi pencairan selanjutnya.”
“Sedangkan dari pihak Inspektorat diduga karena hanya 50 persen yang diaudit mengakibatkan banyaknya pekerjaan fisik tidak termonitor hanya tinggal menerima hasil laporan dan SPJ sehingga nanti nya hitung-hitungan berapa Temuan yang harus dibayar oleh Kepala desa. Tanpa ada perbaikan pekerjaan, yang hasilnya amburadul asal jadi, tidak bertahan lama dan kualitas/kuantitas rendah.” Tegas Sikorman.
Sampai berita ini di publis, JA selaku kepala desa Semerah tidak bisa di hubungi.
( Sergapreborn-bers )



