Wakasek SMK 1 Cijulang Laporkan Pemilik Akun Medsos FB Dugaan Pencemaran Nama Baik Dan Melanggar Asusila

0
90

Pangandaran Sergapreborn

16 Maret 2021 jam 11:45 Wib. MAMUN MUNAWAR MANSUR (Wakil Kepala Sekolah (wakasek) SMK 1 Cijulang Kebupaten Pangandaran Bersama Yuli Agustin Siswi SMK 1 Cijulang
Melaporkan pemilik akun Z1enal Sakit ke Polresta Ciamis yang telah menyebarkan di akun Bodong Atas nama Yuli Agustin menyebar poto Asusila.

Pelaporan peristiwa Dugaan tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan / atau mentransmisikan atau membuat dapat mengaksesnya informasi elektronik atau Dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial Facebook atau yang melanggar kesusilaan.

Pada Han Sabtu tanggat 13 Maret 2021 sekira jam 22.30
Terlapor Mengaku bernama ZAENAL singkat Awalnya pada Hari Sabtu tanggal 13 Maret 2021 sekitar jam 22 30 Wib korban YULI AGUSTIN mendepat informas: dari RINA (16) saksi bahwa. Facabook Yuli Agustin ada unggahan screnscot (tangkap layar) Vidio yang
menyerupai korban dengan posis tiduran dan terlihat wajah korban serta diberi Caption tulisan yang Yang mau video nya anak SMK 1 Cijulang komen Viral Butuh duit Beli Screnscot langsung Colmek video bugil anak SMK Cijulang”, kemudian YULI AGUSTIN (korban).

Yuli Agustin Mengecek kebenaran akun facebook tersebut dan temyata benar banwa pelaku telah menyebarkan dan mendistribusikan scensoot (tangkap layar) Video YULI(korban) di Media sosial facebook “Yuli Agutin’, yang mana akun facebook Yuli Agutin” tersebut di buat oleh pelaku dan bukan facabook milik korban sendiri, akan tetapi untuk foto scrensoot (tangkap layar) Video yang ada & facebook tersebut adalah benar merupakan korban YULI AGUSTIN sendiri, sebagaimana keterangan korban pernah melakukan Video calf dengan pelaku dan lernyata pada saat video call tersebut olen pelaku direkam. Korban Yuli Agustin memberitahukan kepada SAIDUN (Selaku Kepala Sekolah SMK 1 Cijulang).

Ketua WN 88 Humas Mabes Polri Unit 2 Jabar Sub Pangandaran mengecam keras pelaku harus di proses sesuai hukum yang berlaku dan segara di temukan karena itu sudah melanggar Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pasal 45 no 47 itu terjadi pada Hari Sabtu tanggat 13 Maret 2021 sekira jam 22.30 ungkap Apudin.

(Budi Setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here