Sergapreborn Kota Sungai Penuh. Setelah penutupan dan penolakan TPA warga desa RKE, pemblokiran jalan masuk ke TPA wilayah tanah Ulayat 3 luhak 4 desa Belui oleh masyarakat 4 desa Belui dan ada mobil dump truk DLH yang terjebak warga didaerah Tanjung bunga kec.Tanah Kampung sedang membuang sampah.
Dari keterangan masyarakat ( nama-red ), Dinas LH Kota Sungai Penuh panik dengan banyaknya tumpukan sampah dump truk, sehingga Diduga 3/6/2022 dini hari pukul 02.00 Wib nekat dibuang di pinggir jalan dan jurang jalan nasional Sungai Penuh-Tapan Sumbar KM 14 yang merupakan kawasan TNKS.
Penelusuran awak media SERGAPreborn dan media Aktual.com 5/6/2022 di lokasi tersebut tampak ada 5 titik pembuangan sampah yang baru di pinggir jalan nasional dan jurang area TNKS.
Nur Hamidi Kasi SPTN I BBTNKS mengatakan bahwa, “Kami telah mendapatkan laporan terkait adanya pembuangan sampah di wilayah TNKS namun kami belum bisa mengambil tindakan karena masih perlu bukti-bukti lagi.”
Sikorman aktivis LSM Fakta angkat bicara, “Sangat disesalkan pernyataan Nur Hamidi seperti itu, selayaknya selaku Kasi SPTN I BBTNKS sudah dapat mengambil tindakan karena ada indikasi pelanggaran terhadap pembuangan sampah dilokasi tersebut sudah bisa menjadi langkah awal untuk SPTN I dan ramainya pemberitaan dari media dan sorotan para aktivis sudah menjadi bukti kepedulian masyarakat terhadap pencemaran lingkungan hidup dan kelestarian hutan di TNKS.”
“Kami menduga SPTN I BBTNKS lemah dalam pengawasan areanya. Kami akan segera menindaklanjuti dengan mengirimkan surat kepada Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonesia.” Ungkap Sikorman.
( SERGAPreborn )








