Beranda Bandung Rhythm & Recipes, Panggung Bandung Menuju Kota Kreatif Kelas Dunia

Rhythm & Recipes, Panggung Bandung Menuju Kota Kreatif Kelas Dunia

15
0

Sergapreborn Bandung – Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai kota kreatif yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. Melalui gelaran Rhythm & Recipes, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melihat festival budaya dan kuliner bukan sekadar hiburan melainkan ruang strategis untuk memperkuat diplomasi budaya, mengembangkan ekonomi kreatif, dan membuka peluang kolaborasi global.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, pada era global saat ini kota-kota tidak lagi hanya bersaing dalam pembangunan fisik. Menurutnya, daya saing sebuah kota juga ditentukan oleh kemampuannya membangun ekosistem kreativitas, kebudayaan dan konektivitas antarwarga dunia.

“Bandung memiliki karakter yang kuat sebagai kota pendidikan, kota kreatif, kota anak muda dan kota yang terbuka terhadap berbagai pertukaran gagasan global,” kata Erwin saat menghadiri Promosi Budaya dan Produk Halal bertajuk Rhythm & Recipes Consumer Experience, di Paskal 23, Jumat 5 Juni 2026.

Ia menilai, kehadiran Rhythm & Recipes menjadi sangat relevan karena menunjukkan bagaimana musik, kuliner dan budaya dapat menjadi jembatan persahabatan antarbangsa.

Festival tersebut juga menjadi bukti bahwa diplomasi modern tidak selalu hadir melalui forum resmi tetapi dapat tumbuh melalui interaksi budaya yang dekat dengan masyarakat.

Selain itu, Erwin juga menyoroti fenomena global K-Pop yang dinilainya bukan hanya soal popularitas musik dan hiburan. Di balik kesuksesan tersebut, terdapat nilai disiplin, kreativitas, kerja keras, inovasi dan kemampuan membangun industri budaya sebagai kekuatan ekonomi.

“Korea Selatan berhasil menjadikan budaya populer sebagai soft power yang memengaruhi dunia. Bandung juga memiliki potensi yang sama,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Bandung memiliki modal besar untuk berkembang menjadi pusat kreativitas internasional. Mulai dari talenta muda yang melimpah, komunitas kreatif yang aktif, industri kuliner yang dinamis hingga ekosistem inovasi yang terus tumbuh.

Ia juga mengingatkan, hubungan Bandung dengan Korea Selatan telah terjalin cukup lama melalui berbagai kerja sama sister city. Hubungan tersebut membuka peluang pertukaran budaya, pendidikan, teknologi, pariwisata hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Ke depan, Erwin berharap kerja sama tersebut tidak hanya berlangsung di tingkat pemerintah, tetapi juga diperkuat melalui kolaborasi antarkomunitas, generasi muda serta para pelaku industri kreatif.

“Diplomasi terkuat hari ini hadir melalui musik, makanan, seni dan pertemuan manusia dengan manusia,” jelasnya.

Lebih jauh, Erwin menilai festival ini menjadi ruang yang sangat penting bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif Kota Bandung untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing hingga tingkat internasional.

Ia juga mengapresiasi konsep “K-Halal” yang diusung dalam acara tersebut. Menurutnya, konsep itu membuktikan bahwa globalisasi dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai lokal.

“Kita bisa modern tanpa kehilangan identitas. Kita bisa mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi karakter bangsa,” katanya.

Di hadapan para generasi muda yang hadir, Erwin berpesan agar tidak hanya menjadi penikmat tren global tetapi mampu menjadi pencipta karya dan penggerak perubahan.

“Bandung membutuhkan generasi muda yang berani bermimpi besar, berani berkolaborasi, dan berani membawa nama kota ini ke panggung dunia,” ujarnya.

Ia berharap, Rhythm & Recipes tidak hanya menjadi agenda sesaat, melainkan menjadi awal dari semakin banyak kolaborasi internasional, pertukaran budaya dan peluang bagi pelaku kreatif Kota Bandung untuk berkembang.

“Acara ini bukan hanya menjadi ajang seremonial saja, melainkan saya berharap hal-hal seperti ini bisa menjadi wadah kolaborasi internasional,” tuturnya. (Mulyani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini