Kalimantan Tengah

Diduga Kuat Kepsek SDN 11 Pelangsian Selewengkan Dana BOS

SERGAPREBORN Sampit – Kalteng

Semakin jelas dugaan penyalagunaan dana Biaya Operasional Sekolah ( BOS ) yang dilakukan oleh oknum kepsek SDN 11 Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawabaru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan
Tengah ( Kalteng ),

Hal tersebut dikuatkan dengan
Surat pernyataan beberapa dewan guru pada hari Sabtu, tanggal 17 September 2022, yang menyatakan sangat keberatan atas kepemimpinan kepala sekolah Kusnawati, Spd, SD. Nomor Nik 196808151997032009, sebagai kepala sekolah SDN 11 Desa Pelangsian, dengan alasan dari pernyataan beberapa dewan guru sebagai berikut, yang pertama tidak ada keterbukaan atas pengelolaan dana BOS Reguler dan BOS daerah, yang kedua tidak membina terhadap bawahan dengan baik, dan tidak bijaksana, yang ketiga semua keputusan yang diambil tidak melalui musyawarah dan tidak melibatkan dewan guru.

Sementara Bendahara Sekolah Dasar Negeri 11, Raya, ketika dikonfirmasi oleh media ini belum lama ini membenarkan, kata dia memang kemarin ada beberapa dewan guru yang membuat surat penyataan keberatan, dan protes terhadap kepala sekolah dengan alasan pengambilan dana BOS tidak memberi tau bendahara, dan penggunaan dana BOS tahap 2 tanpa ada koordinasi dengan pihak bendahara, selain itu juga ada beberapa penggunaan dana BOS tidak bisa dipertanggung jawabkan, maka dari itu semua dewan guru memperotes dan membuat surat penyataan keberatan,
ucapnya.

Dana BOS tahap 2 yang dicairkan kepala sekolah BOS reguler dan BOS daerah kurang lebihnya sekitar 71 juta rupiah, sementara dana BOS yang dipergunakan untuk pembelian yang bisa dipertanggung jawabkan hanya pembelian buku sekitar 20 juta rupiah, dan membayar guru honor sekitar 5 jutaan, selebihnya saya tidak tau, maka dari itu para dewan guru membuat surat pernyataan sedemikian rupa dikarenakan tidak ada keterbukaan terhadap penggunaan dana BOS itu, katanya.
Memang ada dikembalikan oleh kepsek dana tersebut, dan diserahkan ke bendahara, sekitar 4 jutaan, selebihnya saya kurang tau, ucap bendahara.

Saya tidak mungkin lah melawan perintah pimpinan, dan pada saat itu ada ancaman dari Kabid SD, kalau masalah ini tidak rukun dan masih bocor bisa saya pindahkan semua guru-guru disini, ujar Kabid dibas kepada Bendahara.

Jadi laporan tersebut yang kita buat berdasarkan kwitansi dari kepsek, untuk membuat LPJ, entah itu ada fisiknya dan tidak saya tidak tau yang penting mengikuti perintah kepala sekolah, ujar bendahara.
( Kr )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button