Kerinci

Dugaan Pungli Dana PIP Disekolah Penggerak SDN 176/III Siulak Kecil Mudik

Sergapreborn Kab.Kerinci. Permendikbud No.10 tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar ( PIP ) merupakan program bantuan uang tunai, perluasan akses dan kesempatan belajar dari pemerintah yang di berikan kepada peserta didik dan mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin untuk membiayai pendidikan.

Penelusuran awak media SERGAPreborn dan Tim serta berdasarkan konfirmasi dengan narasumber ( Identitas dirahasiakan-red ) bahwa di SDN 176/III Siulak Kecil Mudik terjadinya pungli atau pemotongan dana PIP tahun 2021 sebesar Rp 75.000,- untuk 35 siswa yang dilakukan salah seorang oknum guru atas perintah Tuti Dahayu, S.Pd selaku Kepala Sekolah.

Pengakuan oknum guru ( red ) menyampaikan bahwa benar dia yang menagih kepada wali murid atas perintah dan semua uang diserahkan langsung kepada Tuti Dahayu. Namun setelah itu tidak diketahui untuk kepentingan apa uang tersebut digunakan Kepsek.

Tuti Dahayu Kepsek SDN 176/III Siulak Kecil Mudik saat di hubungi melalui telepon selulernya agar bisa bertemu langsung mengatakan, “Saya sedang sibuk, tunggu tidak sibuk baru bisa bertemu, seharusnya konfirmasi ke narasumber bukan ke saya.”

“Kalau masalah dana PIP saya tidak pernah memungut uang dan saya tidak pernah meminta uang sama wali murid jika wali murid memberi, saya terima dan jika wali murid tidak berkenan dan tidak ikhlas saya kembalikan yang jelas tidak pernah memungut. Bukan ibu saja yang datang situ banyak wartawan saya layani, kan tugas ibu sebagai wartawan untuk mencari berita. Masalah sertifikasi itu operator yang punya urusan, operator yang mengeluar dari data Dapodik, saya hanya menandatangani rekomendasi saja, yang lain saya tidak tahu. Ibu mendapat informasi dari mana. Jadikan ini sudah konfirmasi ibu dengan saya, maaf saya sedang sibuk saya tutup ya, terimakasih.” Ungkap Tuti Dahayu.

Sikorman aktivis LSM Fakta angkat bicara, “Terkait Dugaan pungli dana PIP di SDN 176/III Siulak Kecil Mudik saya sangat prihatin, apalagi sekolah tersebut merupakan sekolah penggerak. Kalau tidak diperintah oleh Kepala sekolah tidak bisa seorang guru berani memungut kepada wali murid karena kepala sekolah yang bertanggung jawab atas semua kejadian di sekolahnya dan itu dibuktikan adanya pernyataan tanda tangan 66 orang wali murid.”

“Kami minta Dinas terkait mengambil tindakan tegas dan merekomendasikan pemberhentian Tuti Dahayu sebagai Kepala sekolah kepada Bupati Kerinci dan kasus ini akan kami bawa ke ranah hukum.” Tegas Sikorman.

( SERGAPreborn KSP-bers )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button