Cilacap

Hak Jawab dan Koreksi ” Hal Oknum Wartawan Yang Tayang Di Sergapreborn

Cilacap Sergareborn Terkait pemberitaan yang telah ditayangkan media online Sergapreborn.id dengan judul “Ada Ada Saja Oknum Wartawan Jaman Sekarang”, salah seorang awak media dari Penajournalis.com merasa keberatan terkait pemberitaan tersebut dan memberikan klarifikasi ataupun hak jawab pemberitaan yang telah ditayangkan, (31/03/2022).

Dalam release berita yang sudah ditayang Sergapreborn.id menulis pada alenea pertama bahwa, oknum wartawan yang dimaksudkan meminta uang kepada Pokmas di Kecamatan Patimuan dengan alasan untuk membantu bayar biaya kuliah semester.

Hal tersebut telah diklarifikasi melalui WhatsApp call oleh awak media ketika wartawan Sergapreborn.id tersebut menghubungi malam hari sampai dini hari, namun pada realease tersebut sangat merugikan awak media karena penjelasan yang disampaikan tidak ikut ditayangkan. Tetapi hanya pernyataan sepihak dari wartawan Sergapreborn.id saja, tanpa penyeimbang statement dari narasumber yang diberitakan.

Selain itu dalam berita yang ditulis wartawan Sergapreborn.id tersebut diduga bias (tidak jelas), karena yang dimaksud pihak Pokmas di Kecamatan Patimuan bukanlah orang yang diminta bantuan oleh awak media yang telah diberitakan, namun informasi yang diterima hanya mengaku Koordinator PTSL Kecamatan Patimuan. Karena Pokmas di desa Rawaapu bernama Kaspan, Desa Patimuan bernama Kukuh, dan desa Purwodadi bernama Solihin, sementara orang yang diminta bantuan bernama Nandar.

Pada alenea kedua dijelaskan bahwa, wartawan Sergapreborn.id memiliki data berupa perkataan di Pesan Whats Ups (WhatsApp-red) dari sumber yang dipercayai olehnya yang isinya menyatakan kalau Pokmas mau aman suruh kerja sama dengan oknum wartawan.

Penjelasan terkait berita pada alenea tiga dan terakhir yang mempertanyakan maksud dan tujuan wartawan yang dianggap oknum oleh wartawan Sergapreborn.id yang menggunakan dalih ada oknum wartawan meminta bantu biaya semester kuliah kepada Pokmas Kecamatan Patimuan pada kenyataannya juga hanya merupakan asumsi awak media Sergapreborn.id.

Sebenarnya antara orang yang dianggap oknum wartawan oleh awak media Sergapreborn.id dan dituduh meminta uang sudah dijelaskan bahwa, awak media dengan Nandar sudah kenal cukup lama (2019) bahkan ketika dirumahnya ada acara pesta pernikahan adiknya, Sdr. Nandar diundang dan menghadiri acara tersebut (Desember 2019). Sehingga karena merasa kenal cukup lama, awak media meminta bantuan (hutang) untuk kebutuhan biaya kuliahnya. Tapi dalam realease tidak dijelaskan sebagai penyeimbang berita.

Terkait alenea keempat dalam release berita yang telah ditayangkan menyatakan bahwa pihak Pokmas didampingi Kepala desa dan masyarakat peserta Redistribusi dan PTSL mempertanyakan maksud oknum wartawan meminta supaya Pokmas yang ada di Kecamatan Patimuan untuk bekerja sama kalau mau aman, itupun sudah dibantah dan dijelaskan, namun tanpa disampaikan dalam berita yang sudah ditayangkan. Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa untuk desa Patimuan, Rawaapu, dan Purwodadi program yang sedang dilaksanakan bukan PTSL melainkan Redistribusi Sertifikat Tanah.

Tuduhan bahwa dugaan ancaman terhadap Pokmas tersebut sudah dibantah dan dijelaskan dihadapan Kades Patimuan, Sekdes Patimuan, Pokmas Patimuan, dan masyarakat ketika awak media didatangi oleh banyak orang terkait tuduhan miring tersebut. Hal tersebut juga sudah dijelaskan oleh Kades Patimuan yang mengatakan bahwa, hal tersebut tidak benar dilokasi dan waktu yang sama, (26/03/2022).

Dalam alenea tersebut pun terlihat bahwa, penjelasan narasumber sebagai penyeimbang pemberitaan tidak ditayangkan, hanya merupakan asumsi dari awak media Sergapreborn.id semata. Justru dengan adanya pemberitaan yang telah ditayangkan Sergapreborn.id. Narasumber merasa perlu klarifikasi dan memberikan hak jawab terkait berita tersebut sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan sesuai pasal 5 ayat (2) dan (3) UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers mewajibkan pers melayani hak jawab dan hak koreksi, serta pasal 18 ayat (2) dalam undang-undang yang sama. Dengan demikian persoalan Hak Jawab bukan hanya masalah etik tetapi juga hukum.

Baca berita lengkapnya di :

Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa informasi dugaan kesalahan program Redistribusi Sertifikat Tanah di Kecamatan Patimuan yang telah terjadi, berawal dari salah satu awak media Sergapreborn.id tersebut yang telah memberikan informasi kepada awak media terkait dugaan realisasi patok di desa Rawaapu pada tanggal 3 November 2021. Setelah awak media menayangkan berita, justru sekarang awak media Sergapreborn.id tersebut terkesan mem backup dugaan kesalahan dengan cara memuat berita yang tidak berimbang untuk mengarahkan opini masyarakat.

Seharusnya awak media Sergapreborn.id tersebut memahami pasal 6 ayat (c) UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers yang menjelaskan bahwa “Pers nasional melaksanakan perannya untuk mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar”. Namun apa yang disampaikan dalam berita yang sudah ditayangkan justru informasi yang diduga tidak tepat, tidak akurat, dan tidak benar.

Poto Ilustrasi

Selain itu awak media Sergapreborn.id tersebut juga terkadang mengaku sebagai masyarakat, namun kadang juga mengaku sebagai awak media, tetapi menggunakan photo profil di media Sosial WhatsApp lambang salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

(**)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button