Kalimantan Tengah

Harga Elpiji 3 Kg. Semakin Meroket dikeluhkan Warga

Sergapreborn, Sampit-Kalteng.

Harga gas elpiji subsidi 3kg di tengah-tengah masyarakat semakin tidak terjangkau dari 25.000, hingga 30.000, rupiah, tentunya menjadi keluhan yang sangat serius, kalangan ibu-ibu rumah tangga belakangan ini.

Keluhan ini tentunya menjadi hal yang serius,diminta pihak terkait menindak lanjuti keluhan warga.

Gas elpiji 3kg,kebutuhan pokok yang wajib untuk di beli.

Pilihan untuk menggunakan gas elpiji subsidi 3kg ini merupakan keberhasilan program pemerintah pada tahun 2017 lalu dalam mempromosikan tentang efisiensi penggunaan kompor berbahan bakar gas kepada kalangan menengah kebawah khususnya untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari di bandingkan penggunaan kompor minyak pada masa sebelumnya dengan pertimbangan pemberian subsidi harga oleh pemerintah

Namun mirisnya program yang seharus nya membantu masyarakat kalangan menengah kebawah ini dalam pelaksanaan nya belakangan ini malah tidak sesuai harapan,baik berupa Harga Eceran Tertinggi (HET),isi serta ketersediaan,”kata warga yang enggan disebutkan namanya.

Ketua Infestigasi Forum Komunikasi Pewarta Kepolisian Republik Indinesia ( FKPK RI.) Kalimantan Tengah ( KALTENG ) Misnato,kepada Wartawan Sergapreborn, Selasa 29/03/2021, Sekira pukul 11.00. Wib menyampaikan, kelangkaan Gas dan meroketnya elpiji 3kg saat ini perlu menjadi perhatian dan pengawasan khusus pihak terkait, mengingat gas elpiji 3kg merupakan kebutuhan skunder (pokok) bagi semua kalangan khususnya kalangan menengah kebawah, sehingga keaslian segel dari Perusahaan juga menjadi penting mengingat segel asli adalah bukti keamanan isi sesuai standar.

“Saya berharap pengawasan oleh pihak terkait juga harus memperhatikan aturan pemerintah tentang ketentuan Harga agen, harga tebus pangkalan ke agen, dan harga eceran pangkalan (HET) kepada masyarakat,” ujarnya.

“Kalau Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.18.000,- nyatanya di pangkalan seputar wilayah Desa Ekabahurui. Kecamatan Metawabaru Ketapang Kabupaten KotawaringinTimur( KOTIM ) di jual Rp.25.000,- s/d Rp.30.000,- ini harus ada peran aktif pihak terkait serta tindakan tegas dalam melakukan evaluasi terhadap agen dan pangkalan. Mengingat gas elpiji 3kg ini merupakan salah satu program yang di subsidi oleh pemerintah. Ya harus diawasi ketat, bila perlu diberikan sangsi pencabutan izin terhadap agen dan pangkalan yang nakal,” tambah Misnato.

Sementara ketentuan harga HET, lanjutnya, sudah menjadi keputusan yang dituangkan dalam peraturan pemerintah dimana harga terima ke titik agen adalah Rp.12.750,- sementara harga angkut sampai di pangkalan dengan jarak tempuh di bawah 60km di bandrol Rp.2.750,- sehingga margin (keuntungan) dari penjualan pangkalan kepada konsumen Rp.2.500,-/tabung dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.18.000,-

“Ini saja sudah untung masa mau jual mahal lagi, jangan sampai ada oknum yang mengambil keuntungan pribadi untuk memperkaya diri, kan kasihan rakyat kecil,” pungkasnya.
( Kar )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button