HR Anak Yatim Di Duga Dianiaya Dua Orang Ustadz

0
90

Sergapreborn – Cianjur

Ketua Forum Pondok Pesantren Cianjur Terkait Tindak Kekerasan didalam Pondok Pesantren”DIDUGA PONDOK PESANTREN MA’HAD AL QUDS LI TAHFIDHIL QURAN TIDAK BER IJIN ALIAS ILEGAL.

Seorang anak yatim inisial HR di Pesantren Mahat Al Quds di Cianjur Jawa Barat menjadi korban kekerasan dari dua orang Ustad sebagai tenaga pendidik di Pesantren tersebut.

Akibat dari kekerasan yang dilakukan oleh kedua Ustad tersebut mengakibatkan bagian bokong dan paha membiru yang diduga bekas pukulan.

Orang tua HR yang bekerja sebagai pengemudi ojek online menyampaikan Jumat (12/3/2021) bahwa dirinya mendapat informasi dari Pesanteren kalau anaknya HR lari keluar Pesantren dan setelah bertemu dengan HR, saat ditanya HR mengaku tidak tahan lagi untuk belajar di Pesantren Mahat Al Quds tersebut karena diperlakukan dengan kasar dan mendapatkan kekerasan dari Ustad yang mengajar disana.

Salah satu guru mengaji di Pesantren Mahat Al Quds Sopiah menyampaikan kepada wartawan bahwa Inisial HR merupakan anak yatim, dan saya sebagai tenaga pengajar di Pesantren ini berharap agar persoalan ini harus diusut dan diproses secara hukum agar dapat memberikan pembelajaran dan efek jera bagi pelaku kekerasan ini.

Saya berpesan kepada seluruh tenaga pengajar yang ada di pesantren ini agar dapat mendidik dan mengajar anak didiknya dengan sabar dan tidak melakukan kekerasan pisik, harap Sopiah.

Ketua Umum Aliansi Srikandi Perlindungan Perempuan dan Anak (ASPPA) PUJI PURWATI turut angkat bicara dan menyampaikan kami sangat berempati atas kasus kekerasan yang menimpa ananda kita HR dan saya berharap kepada aparat penegak hukum setempat untuk dapat menindak tegas para pelaku kekerasan terhadap anak ini agar dapat memberikan efek jera.

Ketua umum ASPPA ini juga berpesan kepada guru yang merupakan tenaga pengajar agar dapat sabar untuk mendidik anak- anak yang sedang diusia pertumbuhan yang sedang nakal – nakalnya dan bukan berarti dengan seenaknya kita menghakimi, memukul dan melakukan tindakan kekerasan lainnya, karena anak ini adalah titipan Allah SWT yang harus kita bina dan didik dengan baik, dan kita berharap guru yang baik akan memberikan teladan yang baik kepada anak didiknya, jelasnya.

Advokat Evon Putri Susanti, SH.MH menyampaikan tanggapan atas tindakan kekerasan yang dialami oleh anak dibawah umur inisil HR berjanji akan melakukan pengawalan terhadap kasus kekerasan ini, dan ini akan menjadi suatu pembelajaran bagi kita semua agar tidak terjadi lagi tindakan kekerasan seperti yang dialami HR, karena mereka membutuhkan pendidikan yang baik bukan perlakuan kekerasan, jelas Evon.
( MM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here