Kerinci

Karyawan PTPN VI Mengeluhkan Lembur Di Bayar Secara Premi

Kab.Kerinci.Sergapreborn

Berdasarkan data dan penelusuran awak media Sergapreborn hari Senin, 23/8/2021 adanya keluhan karyawan PTPN VI terkait pembayaran lembur yang dibayar secara premi per jam dan di bayar bulanan bersama gaji, dalam hitungan 4 jam lembur per hari hanya di bayar Rp 10.000,00.

Alat Pelindung Diri ( APD ) seperti sepatu, dipakai bergantian untuk karyawan yang tidak sesuai standar SNI dibagi dalam dua shif siang dan malam. Ektra puding diberikan untuk satu bulan bagi karyawan ship malam. Perbaikan rumah untuk karyawan PTPN VI tidak ada sedangkan banyak rumah karyawan yang kondisinya sudah memprihatinkan.

Saat awak media Sergapreborn konfirmasi dengan Manager PTPN VI Hariman Siregar didampingi Humasnya Kasmiyanto hari Rabu, 25/8/2021 membantah hal tersebut ada di PTPN VI.

“Untuk di PTPN VI tidak dibayar lembur tetapi dibayar premi. Premi produksi, premi tidak tetap tergantung dari makin banyak produksi maka makin banyak preminya. Hal itu sudah ada ketentuan dari Direksi dan dituangkan dalam kesepakatan kerja bersama dengan karyawan serikat pekerja perkebunan dan itu sudah berlangsung dari 2006. Disini banyak jenis karyawan yang terdiri dari karyawan tetap, PKWT, Honor, PHL pemborong outsourching, karyawan golongan dan KMG.” Ungkap Hariman Siregar.

Lanjut Hariman Siregar dalam keterangannya, “Masalah Alat Pelindung Diri ( APD ) disesuaikan dengan bagian, tempat dan keperluan. APD tersebut digunakan sistem pakai pada waktu ship kerja.”

“Ekstra puding untuk yang shif malam tergantung status karyawannya ada yang dapat ada yang tidak dapat, berdasarkan absennya dan itu merupakan fasilitas dari perusahaan tidak ada dalam peraturan.” Imbuh Manager dan Humas PTPN.

“Anggaran untuk perbaikan rumah karyawan belum bisa dilakukan karena anggaran untuk itu belum ada, karena pada tahun lalu kita mengalami kerugian, sehingga kita sekarang sedang meningkatkan kinerja perusahaan.” Tutup Hariman Siregar.

Tanggapan Doni Antonius Ketua Umum LSM Respect saat diwawancara awak media Sergapreborn hari Kamis, 26/8/2021 mengatakan, “Ada Dugaan Apa yang dialami karyawan PTPN VI memang terjadi, sah-sah saja manager nya membantah hal tersebut. Namun kami akan tetap melayangkan surat ke PTPN Jambi dan tembusan ke Kementrian BUMN serta meminta tim Auditor untuk turun langsung ke PTPN VI. Kami sudah memberikan surat klarifikasi nomor : 051/KF.Respect-PTP.KA/IX/202/KRC, dengan batas waktu 7 hari ke PTPN VI tetapi sampai hari ini tidak ada tanggapan/jawaban. Semua permasalahan karyawan ini sudah diatur dalam UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.”

( SERGAPreborn KSP )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button