Kalimantan Tengah

Perselisihan Dana Gapoktan Handil Damai Matan Ketua Gapoktan yang Jadi Biang Keroknya

Sergapreborn, Sampit – Kalteng.

Perselisihan Gabungan Kelompok Tani ( GAPOKTAN ) Handil Damai yang selama ini menjadi pertanyaan puluhan anggota Gapoktan, mulai menemukan titik temu setelah diadakan pertemukan antara mantan Ketua Gapoktan Handil Damai, yang lama dengan Ketua yang baru terpilih yang disaksikan oleh beberapa anggota Gapoktan mauoun pihak Petugas Penyuluh Lapangan ( PPL ) diKantor BPP Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten KotawaringinTimur ( KOTIM ) Senin, 23/08/2021, sekira pukul 10.00. Wib.

“Kronologis kejadian berawal dari mantan Ketua Gapoktan Handil Damai, Martono, sejak ahir jabatanya tidak niat penyerahkan secara tertulis baik itu penggunaan dananya maupun laporan pertanggung jawabanya kepada Ketua Gapoktan, terpilh Selamet, sejak 10 bulan yang lalu,ahirnya menimbulkan kecurigaan atas penggunaan dana Gapoktan tersebut.
Selamet,menduga ada keterlibatan Petugas Penyuluh Lapangan yang turut menikmati dana tersebut,tutur Selamet.

” Pada waktu itu saya pernah beberapa kali mempertanyakan kepada PPL, terkait dana Gapoktan tersebut , dijawab oleh pihak ( PPL ) kerjakan saja sesuai kemampuan yang sampian bisa dan masalah dana Gapoktan itu, kita menunggu mediasi dari Kepada Desa, agar masalah tersebut bisa cepat selesai, ucap PPL kepada Selamet.

Oleh karna saya menjabat sebagai ketua Gapoktan baru 10 bulan dan belum pengalaman saya menduga ada keterlibatan PPL, setelah tau apa yang sebenarnya ternyata tidak benar dan yang benar dana itu ditahan oleh mantan Ketua Gapoktan yang lama Martono, tidak tahu maksudnya yang pada ahirnya permasalahan jadi melebar.

Sementara Martono, ketika diforum rapat berupaya mengelah atas dana tersebut dan tidak tau bahwa Ketua yang baru sudah peggang SK, kalau mau minta dana Gapoktan yang mereka peggang haru seizin Dinas dan harus ada surat permohonanya, kata Martono, saya sengaja tidak menyerahkan dana Gapoktan itu karna Ketua yang baru itu tidak ngerti dan tidak berpemgalaman , takutnya tidak bisa mempertanggung jawabkan penggunaanya malah kacau, dana itu masih ada di pinjam oleh beberapa anggota Gapoktan, dan sebagian ada di kas, secara keseluruhan dana tersebut ada sekitar Rp= 57,750,000, rupiah dan ada catatanya, tutur Martono mantan Ketua Gapoktan.

Disisi lain ada apa mantan Ketua Gapoktan Handil Damai Maetono, setelah berahir masa jabatan sudah 10 bulan tidak menyerahkan dana tersebut, kepada Ketua Gapoktan yang baru terpilih ,baik itu laporan pertanggung jawabanya maupun secara adminitrasinya , sarat dugaan dana yang ditahan oleh mantan Ketua Gapoktan Handil Damai Martono, akan diselewengkan.

” Sementara Petugas Penyuluh Lapangan ( PPL ) Desa Basirih Hilir Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Bawok,mengatakan, dalam hal ini saya harapkan pihak mantan Ketua Gapoktan segera menyerahkan dan memberikan laporan pertanggung jawabanya yang jelas dan secara rinci sejak pertama Ketua Gapoktan menjabat, selain itu juga perlu saya sampaikan atas penggunaan dana Gapoktan pihak penyuluh hanya bisa memberikan arahan,dan memberikan penyuluhan terhadap anggota Gapoktan, saya harapkan dalam hal ini setelah dirapatkan di Kantor BPP tersebut, untuk kedepanya langkah kedepanya bisa lebih baik dan bisa terealisasi kepada seluruh anggota Gapoktan Handil Damai, ucapnya.( Kr)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button