Banjar

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di kota Banjar Di Duga Masih Carut Marut

Banjar Sergapreborn

Program Bantuan pangan non tunai (BPNT) di kota Banjar carut marut tidak mengacu ke 6 T , yakni tepat sasaran ,tepat harga ,tepat jumlah ,tepat mutu ,tepat waktu ,tepat administrasi , pasal nya kualitas beras yang jelek berkutu dan telor busuk terjadi saat pembagian di bulan pertama ,dan di bulan kedua ,terjadi lagi beras yang berlabel premium ternyata isi nya medium, Warna ke kuning kuningan serta bau apek ,itu semua tindakan curang yang di lakukan oleh pihak rekanan yang di tunjuk dan di sahkan oleh Dinsos kota Banjar.

“Team sergapreborn upaya konfirmasi melalui kabid”

Pemberdayaan Sosial dan Penanganan pakir Miskin ,Ina Rosnidar Suhlya,SH,Msi selasa (30/03/202)1) jam 15 .30 wib Di ruang kerja nya menyampaikan bahwa pihak Dinsos telah medelegasikan melalui korda/korkot dan pihak nya memberikan peringatan bahwa program BPNT tersebut dalam pelaksanaan nya harus baik dan benar mengacu ke peraturan umum (pedum) dan 6T.

Masih katanya indikator 6 T ini kalau tidak di penuhi secara baik dan benar ,maka peluang masuk nya aparat penegak hukum terbuka lebar dengan kata lain Pasti ada masalah yang akan muncul di kemudian hari , misal nya tepat kualitas beras yang di bagikan kepada kpm harus beras dengan kualitas bagus.

Maka dari itu Ina menyampaikan kepada agen-e warung ,pendamping /korda/korkot Bekerjasama dan bertanggung jawab bersama sama ungkapnya.

Selanjutnya team sergapreborn upaya konfirmasi ke tiga cv yang di tunjuk oleh dinsos yaitu : cv sahla ,cv indopower, dan cv arvan ,namun dari ke tiga cv tersebut yang koperatif hanya satu yaitu indopower saja dan cv indopower menjawab semua pertanyaan yang di tanyakan terkait pengadaan tersebut, yang jadi aneh nya cv yang dua tidak ada kejelasan dan susah di temui nya seolah olah mereka sudah benar.

Dan menurut informasi di lapangan ada keterlibatan korda/korkot di CV yang dua tersebut karna sampai saat ini tidak ada klarifikasi kejelasan dari cv tersebutĀ  dan hasil kros cek di lapangan ada kong kalikong pendamping selaku Korda ,yang menurut aturan tidakĀ  boleh masuk andil di dalam nya ,tugas nya hanya sosialisasi memantau dan me monitoring saja.

Di temui Aktifis kota banjar Asep muhamad beni (alias asben) Selaku pemerhati program dan selaku fungsi kontrol kota Banjar di sekretariat nya senin ( 05/04/202) jam 10 .00 wib .menyampaikan hal serupa bahwa Program bantuan tersebut (BPNT) di kota banjar harus baik dan benar pelaksanaan nya harus mengacu ke peraturan umum (Pedum) dan 6 T ,” katanya.

Hal tersebut harus di prioritaskan jangan sampai ada kecurangan kecurangan dari pihak rekanan yang merugikan ke KPM yang sudah di tunjuk langsung oleh Dinsos kota Banjar.

“Kami berharap kalau ada hal hal yang merugikan kpm dan ada kecurangan dari pihak rekanan ,APH harus sigap dan menindak lanjut terkait kecurangan kecurangan tersebut ” tambahnya.

Karna fakta temuan di lapangan di bulan pertama beras berkutu dan bau apek, di bulan ke
Dua juga terjadi lagi beras yang berlebel premium isi medium, dan berbau ,menyikapi hal tersebut kami sangat prihatin berarti pihak rekanan tidak mengindahkan Pedum dan 6 T ,hal tersebut sudah di rencanakan di laksanakan dan sudah terjadi dan kami berharap program BPNT di kota Banjar bisa lebih baik,” tandas Asep.

Asben Aktifis Banjar

( Lili R )

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button