Sergapreborn Tasikmalaya Pekerjaan proyek Daerah Irigasi (DI) Cimulu wilayah UPTD Citanduy Dinas Sumber Daya Air provinsi Jawa Barat dengan nilai kontrak 70,7% dari pagu anggaran Rp.4,8 milyar rupiah bersumber Dana Alokasi khusus DAK tahun 2022 kini cenderung menimbulkan masalah, diduga rawan penyimpangan hingga mengancam terhadap kualitas maupun kuantitas yang berdampak terhadap pisik pekerjaan buruk.
“Yang parah nya lagi pada pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut diduga orang dalam ikut bermain demi mendapatkan keuntungan belaka hingga dinilai pihak pengawas tidak tegas dalam menjalankan kewajibannya”, demikian ungkap narasumber yang menolak disebutkan jati dirinya belum lama ini.
Hal itu berdasarkan hasil cros cek awak media “Sergap” dilokasi kegiatan proyek saat pengerjaan pasangan diduga kuat tidak sesuai speck teknis yang semestinya, yakni pengecoran kolom beton tidak menggunakan bekisting, serta menggunakan pasir pasang yang bila digenggam seperti tanah, sehingga kualitasnya diragukan, dan seyogyanya dilokasi proyek ada ruang kantor direksi khusus juga dipasang papan nama kegiatan, agar masyarakat bisa mengetahui sebagai bentuk transparan, jangan sampai timbul sangkaan proyek tersebut bodong tidak bertuan.
Menurut pelaksana yang bertanggung jawab dilapangan sebagai wakil dari kontraktor “Pian” mengenai pekerjaan pasangan batu yang sudah terlanjur beres dikerjakan tiba-tiba ada gambar detail menyusul, dan ternyata ada penulangan yang harus dipasang, maka harus dilakukan pengerjaan pemasangan kolom beton sehingga dikerjakan secara dibobok.
“Sebagai pelaksana lapangan juga saya selaku penanggung jawab pekerjaan wakil dari kontraktor perusahaan akan mencoba kordinasi dulu, dan mengenai non teknis pihak direktur perusahaan sudah menyerahkan nominal ke pihak “Dalam”, maka saya walaupun selaku yang mewakili tidak punya kebijakan untuk hal lain”, paparnya.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) "Cecep" saat ditemui awak media "Sergap" diruang kerjanya baru baru ini mangatakan, "Bahwa metode pasangan intinya yang sesuai gambar dan speck, adapun misalnya pengurangan pada besi itu bisa di MC 100, dan sebetulnya dengan tidak ada frem juga kuat, Pekerjaan pasangan batu saat ini sudah terjadi namun nanti ada perhitungan dari pengawas, dan itu ada aturannya dengan dikurangi volume berat beton nya karena ini sitem Universs, mengenai penggunaan pasir pasang bisa digunakan untuk pengecoran kolom beton karena sebetulnya baik pasir pasang maupun pasir cor sama saja, dan hal ini sudah di sampaikan ke PPK, juga itu sudah diberikan teguran ke pihak pelaksana", katanya .
Ditempat terpisah kepala UPTD SDA Citanduy “Ahmad” saat di konfirmasi “Sergap”, menurutnya mengenai kegiatan pekerjaan proyek Cimulu kita sama-sama memantau saat pelaksanaannya, dan apabila ada pelanggaran atau ketidak sesuaian silahkan laporkan sebagaimana Media mempunyai hak untuk menginformasikan sesuai pungsinya, dan mengenai hal-hal non teknis atau kebijakan, pihak penyedia akan menunjuk orang yang bisa memfasilitasi.
“Muhun pihak penyedia bade nunjuk orang yg bisa fasilitasi hal hal non teknis kebijakan” ungkapnya.
Dalam hal tersebut guna mendapatkan tanggapan dari Kepala Dinas SDA Provinsi Jawa Barat “Diky” beliau tidak pernah meresfon, pasalnya berulangkali dihubungi Awak media “Sergapreborn” melalui WhatsaAp tidak ada jawaban.
Menurut narasumber yang meminta jangan disebutkan jati dirinya mengatakan, kepala Dinas saat ini sedang sibuk dengan urusannya. “Menurut kabar beliau diduga sedang tersandung masalah pribadi”, ungkapnya.
Dhera’Gun








