“Ridwan Pjs Kades Pondok Kerinci Diduga Menggelapkan Anggaran Tahun 2020 Untuk Kepentingan Pribadi”

0
99

Judul : “Ridwan Pjs Kades Pondok Kerinci Diduga Menggelapkan Anggaran Tahun 2020 Untuk Kepentingan Pribadi”

Kerinci – Sergapreborn

Berdasarkan laporan dari masyarakat desa Pondok kec.Bukit Kerman kab.Kerinci ( nama minta dirahasiakan ) dan hasil investigasi di lapangan kepada awak media Sergapreborn dan anggota LSM Fakta diduga terjadi penggelapan dan penyimpangan anggaran APBDES tahun 2020 yang dilakukan Ridwan Pjs.Kades Pondok.

Ridwan Pjs Kades Pondok yang juga seorang ASN sebagai Kasi Pemerintahan kecamatan Bukit Kerman, saat ditemui di kantor camat Bukit Kerman ( 22/3/2021 ) mengatakan “Bahwa anggaran sudah di laksanakan sesuai keperluan dan usulan dari masyarakat sudah terakomodasikan. Semua unsur didalam desa Pondok kec. Bukit Kerman diikut sertakan dalam musyawarah desa untuk menentukan arah dan tujuan pembangunan dengan menggunakan APBDES tahun 2020.”

Tetapi kenyataannya, semua itu tidak pernah dilakukan oleh Ridwan karena Ridwan bertindak sendiri tanpa melibatkan masyarakat dan BPD selaku Badan Permusyawaratan Desa ( tugas dan fungsi BPD Permendagri no.11 tahun 2016 ).

Diduga penggelapan dan penyimpangan anggaran tampak jelas di 3 pekerjaan fisik, dalam RAB 1000 meter tapi dilaksanakan hanya 600 meter ( nara sumber ). Jalan Usaha Tani yang dikerjakan asal jadi. Jalan menuju kantor camat yang dikerjakan juga pada bulan Desember 2020 sudah retak dan kelihatan dikerjakan tanpa RAB. Dan jalan depan SMK yang tidak jelas kegunaan jalan tersebut karena buntu, itupun dilaksanakan secara tidak benar dan asal jadi, banyak kerusakan disana sini.

Ridwan Pjs.kades Pondok diminta kejelasan tentang APBDES yang telah dilaksanakannya, “Semua sekdes yang mengerjakan, silahkan tanya dengan sekdes”.Imbuhnya.

“Sekarang Ibu dan bapak bekerjalah sebagai wartawan dan LSM, dan saya bekerja sebagai kepala desa”.Ujar Ridwan

Dengan pernyataan seperti itu dari Ridwan Pjs. Kades Pondok menunjukkan sikap sangat tidak kooperatif dan seolah menantang untuk dinaikkan berita anggaran desa Pondok. Padahal awak media Sergapreborn dan anggota LSM Fakta sudah beritikad baik menanyakan permasalahan anggaran yang dilaporkan masyarakat, karena masyarakat berharap masalah ini dapat diusut tuntas sampai ke ranah hukum agar dapat menimbulkan efek jera bagi Kepala Desa yang bermain dengan anggaran.

( EKA )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here