Pertama Kali, 75 Guru dan Bagian TU di SMPN 1 Rengasdengklok Mendapatkan Vaksinasi

0
59
Asma Kepsek SMPN 1 Rengasdengklok saat di vaksin

Pertama Kali, 75 Guru dan Bagian TU di SMPN 1 Rengasdengklok Mendapatkan Vaksinasi

Karawang, SERGAPreborn.id –

Sebanyak 75 guru dan bagian Tata Usaha SMPN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang hari ini di vaksin di Puskesmas Rengasdengklok. Sebelumnya terdapat pegawai bagian tata usaha yang reaktif.

Jam 08.00 pagi guru SMPN 1 Rengasdengklok terus berdatangan ke Puskesmas Rengasdengklok, mereka menunggu giliran untuk divaksin. Saat menunggu giliran, mereka duduk tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan.

Asma Kepala Sekolah SMPN 1 Rengasdengklok menjelaskan, hari ini sebanyak 75 guru dan bagian tata usaha mendapatkan vaksinasi yang pertama kali bertempat di Puskesmas Rengasdengklok.

“Hari ini 75 Guru dan bagian tata usaha semua di vaksin, dan Alhamdulillah mereka tidak ada yang menolak,” kata Asma saat di wawancara awak media SERGAPreborn.id di halaman puskesmas Rengasdengklok, Rabu (24/03/2021).

Karena kata Asma, dengan divaksinnya tenaga pengajar dapat menunjang proses belajar mengajar (PBM) atau sterilisasi kepada tenaga pendidik sebelum kegiatan belajar tatap muka dimulai.

“Dengan vaksin ini akan menunjang proses PBM. Kalau sudah di vaksinkan Insya Allah program tatap muka segera dilaksanakan. Artinya vaksinasi ini persiapan sterilisasi untuk para tenaga pendidiknya,” ujarnya.

Ia pun mengharapkan setelah divaksin, pertama mudah-mudahan bebas dari musibah atau penyakit yang sekarang dilanda. Kemudian yang kedua, sebagai pendidik, sebagai insan sekolah mengiginkan setelah divaksin ini Pemerintah segera dibuka untuk proses belajar mengajar tatap muka.

“Harapan kami setelah divaksin yang pertama bebas dari musibah covid-19, kemudian mengharapkan kepada pemerintah segera dibuka kegiatan proses belajar tatap muka,” harap Asma.

Sebelumya, kata Asma, di SMPN 1 Rengasdengklok pernah ada pegawai tata usaha yang terkonfirmasi positif namun masih reaktif sehingga mereka yang reaktif langsung dibawa ke ruang isolasi yang sudah disediakan oleh Pemda Karawang dan kini dia sudah sembuh.

“Kalau berkenaan si guru yang terpapar covid-19, selama ini belum ada laporan ke saya, baru ada informasi itu tapi ada laporan hanya reaktif-reakrif saja, dan kemudian setelah mendengar yang reaktif dipersilahkan untuk isolasi mandiri di rumahnya masing-masing atau di rumah sakit,” tuturnya.

Adapun antisipasi sekolah saat ada pegawai tata usaha yang reaktif, pihak sekolah langsung meliburkan selama tiga sampai empat hari karena dikhawatirkan menular ke rekan kerjanya baik dia di lingkungan tata usaha maupun ke tenaga pendidik.

“Kemudian kita mengatisipasi selama tiga atau empat hari kami liburkan jangan sampai ada yang masuk,” kata Asma.

Namun demikian kata Asma, sebelum sekolah diliburkan, pihaknya melakukan penyemprotan cairan dispektan di lingkungan sekolah agar virus covid-19 tidak menular atau mati.

“Sebelum diliburkan kami sudah melakukan penyemprotan cairan dispektan di semua lingkungan sekolah,” pungkasnya.

(Alim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here