Pangandaran

Sampah Berserakan Dan Menumpuk di Samping Pasar Tradisional Desa Maruyungsari Timbulkan Gejolak Masyarakat

sergapreborn.id – Pangandaran Permasalahan mengenai sampah merupakan hal yang sangat membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak dan warga sekitar. Karena untuk saat ini sampah masih menjadi persoalan yang mendapati kegagalan dalam hal penanganannya, padahal jika dilihat dai dampak yang pasti terjadi dalam masyarakat jika penanggulangan sampah tidak ditangani dengan baik akan berimbas pada menurunnya kualitas kehidupan, keindahan lingkungan dan menurunnya kualitas kesehatan warga masyarakat yang tinggal di sekitar area polusi sampah

Jika hal ini terus berlangsung dalam jangka panjang maka daya tarik daerah tersebut akan menurun drastis.

” Hal ini mengakibatkan berbagai macam penyakit bisa ditimbulkan di area polusi sampah tersebut seperti terindeksi saluran pencernaan , tifus, disentri.

” Faktor pembawa penyakit tersebut adalah lalat dan berkembangnya nyamuk-nyamuk yang menginfeksi manusia dikarenakan sampah yang menggunung kurang menjadi perhatian khusus dari berbagai pihak didaerah tersebut.

Seperti yang terjadi terlihat sampah berserakan dan menumpuk di samping Pasar Tradisional Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.

Kurangnya perhatian dari pihak pengelola pasar dan Pemerintahan Desa Maruyungsari yang ahirnya timbul gejolak di masyrakat.

Tumpukan Sampah tersebut sudah terjadi sejak Lama, Namun hingga saat ini belum ada penanganan khusus dari pengelola pasar dan pihak Pemdes Maruyungsari padahal pasar tersebut aset desa yang harus bertanggungjawab adalah Pemdes Maruyungsari.

Karena tidak ada perhatian atau solusi dari Pemdes akhirnya secara bergotong royong Ketua karang taruna Dusun, RT, RW, BPD, Linmas dan masyarakat sekitar ambil tindakan dengan mwbersihkan dan membakarnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Maruyungsari Tusiman. Sabtu, 11 Desember 2021.

Ketua Karang Taruna Dusun Lijan (Sulaeman) menyampaikan, sampah berserakan itu plastik, karton, sayur, buah, tulang ikan dan sampah keluarga menumpuk di bagian samping pasar dan persis di belakang fasilitas pendidikan SD dan posyandu.

Ia mengaku, tumpukan sampah di samping pasar di luar lokasi pasar diatas lahan milik Dinas pendidikan atau tanah milik negara (TN).

Mmenurutnya sejak lama dikeluhkan warga . Sebab selain karena menimbulkan bau yang tidak sedap, timbunan sampah tersebut juga banyak berserakan di belakang Posyandu dan di belakang sarana pendidikan, sehingga mengganggu kesehatan warga dan mengganggu kegiatan belajar, saya khawatir tumpukan sampah tersebut mengundang bermacam jenis penyakit,”imbuhnya.

Ketua karang taruna dusun mekarsari pun mendesak pengelola pasar dan pemerintah desa untuk segera mengatasi limbah tersebut, sebelum banyak warga yang terserang penyakit.

” Kami warga minta kepada intansi terkait khususnya Dinas Lingkungan Hiddup (DLH) Pangandaran mohon agar segera ada tindakan bantuan untuk mengangkut sampah yang bertumpuk dan segera mencari tempat untuk mengatasi tumpukan sampah itu,”jelasnya.

Anggota BPD Desa Maruyungsari Rahman. SE, mengaku sudah melaporkan masalah sampah yang menumpuk di Dusun Mekarsari, kepada pihak pengelola pasar bahkan ke Pemerintahan Desa.

“Kondisi ini sudah kami informasikan ke Unit Pengelola Teknis Pasar (UPTP) setempat sehingga sampah tidak meluber kemana-mana, karena warga sekitar sangat tertangggu dengan adanya tumpukan sampah yang ada di bagian samping pasar tradisional dan di belakang Sd dan Posyandu.

Kegiatan belajar anak sekolah dan posyandu pun terganggu apalagi di musim hujan seperti sekarang ini karena bau sampah sangat menyengat, jangan sampai ada warga yang terkena sakit dulu baru ada tindakan”jelasnya.

Sementara itu, di mintai keterangan kepala desa Maruyungsari Tusiman membenarkan hal tersebut, dan pihak pemdes akan segera menindaklanjuti perihal limbah pasar tersebut ke pengelola pasar.

“Kami sudah berkordinasi dengan pihak kesehatan dan bahkan dengan intansi pendidikan terkait limbah tersebut, dan dari pemerintahan desa sudah melayangkan surat ke pengembang untuk segera menyelesaikan masalah pasar dan limbahnya, namun dari pihak pengembang sampai sekarang belum ada penjelasan bahkan dalam undangan juga ngga hadir,”katanya.

Kami Pemerintahan desa juga bertaggung jawab terhadap pasar untuk mencarikan sulusinya, karena pasar tradisional desa (tarisi) adalah bagian dari aset Desa.

“Kami akan mencari solusi ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian, bahkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Pangandaran agar permasalahan limbah pasar yang mengganggu warga serta mengganggu proses belajar mengajar di sekolahan dan kegiatan Posyandu.

Karena limbah tersebut bisa juga jadi dampak pencemaran lingkungan,”pungkasnya.

(Budi St).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button