Sungai Penuh

TPA RPT Diduga Ilegal, Pemkot Kota Sungai Penuh Tutup Mata

Sergapreborn Kota Sungai Penuh. Minggu,5/6/2022 penelusuran awak media dan 2 orang aktivis dilokasi RPT yang dijadikan TPA, keterangan warga, adalah tanah tersebut milik pribadi oknum pejabat Pemkot Sungai Penuh, ada 2 alat ekskavator yang sedang bekerja, sampah di buang kejurang dan ditimbun tanah.

Pemkot Sungai Penuh Diduga panik terhadap sampah yang melimpah ruah sehingga tutup mata terhadap peraturan yang ada tentang lingkungan hidup, tanpa perizinan AMDAL, tidak memikirkan dampak pencemaran sungai. Daerah RPT merupakan dataran tinggi walaupun sampah di timbun dengan tanah tapi peresapan air akan membawa akibat tercemar ke masyarakat sekitarnya. Sehingga diduga keras TPA di RPT adalah ilegal

Saat awak media SERGAPreborn ingin konfirmasi lagi dengan Erizal Plt. Kasat Pol PP terkait pernyataannya ( berita di media ini judul Plt.Kasat Pol PP Kota Sungai Penuh diduga melakukan pembohongan publik ) menolak untuk di konfirmasi dan menyangkal apa yang telah dikatakannya pada awak media dan mengatakan bahwa pada malam itu dia hanya sebagai pemuka masyarakat desa Sungai Ning, setelah itu menyuruh awak media konfirmasi saja dengan Kadis Lingkungan Hidup, diketahui sebelumnya Erizal mengaku sebagai wakil Pemkot terkait permintaan kepada masyarakat Desa Sungai Ning agar tidak ada penghadangan dump truk milik DLH dan pembuangan sampah tersebut hanya untuk satu malam 7/6/2022 dini hari. Dengan menolak untuk dikonfirmasi lagi, Diduga Erizal selaku Plt.Kasat Pol PP cuci tangan dan melimpahkan masalah ke DLH dan Pemkot Sungai Penuh.

Walikota Sungai Penuh saat dimintai keterangannya hari Selasa 7/6/2022 di ruang kerjanya mengatakan, persoalan sampah di Kota Sungai Penuh sudah selesai, RPT merupakan tempat TPA sementara dan akan digunakan selama 4 hari. Ditanya terkait kepemilikan lahan RPT, bahwa lahan tersebut di kontrak oleh Pemkot.

Salah seorang tokoh masyarakat ( minta nama dirahasiakan ) mengatakan, “Kami keberatan adanya TPA di RPT tersebut, dampak lingkungan terhadap pencemaran sungai dan sampah yang ditimbun tetap meresap kedalam tanah dan dampaknya akan berlangsung lama apalagi sampah anorganik. Sampai sekarang pembuangan sampah masih berlanjut setiap hari ke RPT sampai 9-10 unit dump truk. Kami tidak tahu komitmen apa yang dilakukan Pemkot dengan pemerintahan desa dan pemuka masyarakat disini, sehingga diduga ada kesengajaan pembiaran dan mengatasnamakan masyarakat dalam mengambil keputusan. Kami hanya masyarakat kecil sehingga tidak bisa banyak bicara hanya cukup menerima walaupun bertentangan.”

Sampai berita ini di terbitkan Kadis LH Kota Sungai Penuh tidak bisa dihubungi baik melalui telp, pesan What’s App, bahkan ditemui di kantornya menolak di konfirmasi.

( SERGAPreborn-bers )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button