Kalimantan Tengah

Fraksi PDIP DPRD Kotim Agus Seruyantara Tegaskan Pihaknya Siap Pasang Badan Terkait Surat Ketua DPRD Kotim

Sergapreborn Sampit – Kalteng Anggota Fraksi PDI-P DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Agus Seruyantara tegaskan bahwa pihaknya akan pasang badan dalam mengamankan kebijakan dan surat Ketua DPRD Kotim yang kini tengah dipersoalkan oleh lima Fraksi Koalisi Partai di DPRD setempat.

Agus Seruyantara menegaskan agar tidak ada yang ikut mencampuri ranah partai, apalagi menggalang mosi tidak  percaya kepada Ketua DPRD Kotim yang notabene penugasan dari DPP PDIP

.“Ibu Ketua DPRD sudah menjalankan tugasnya dengan baik, mengenai posisi Ketua DPRD siapa pun yang menggoyang sudah salah arah,” kata Agus di Sampit, Rabu (2/3).

Menurutnya, bahwa penugasan ketua DPRD adalah hak partai mereka. Sehingga jangan sampai ikut campur ke ranah itu.“Mohon maaf jangan mencampuri dapur kami. Kami saja tidak pernah ikut mencampuri urusan rumah tangga partai lain.

Ini sudah jelas agak kacau, PDIP Perjuangan mau diobok-obok. Janganlah begitu,” tegasnya melalui pers rilis yang disampaikannya kepada awak media.Agus menegaskan, Seharusnya lembaga DPRD bisa akur dan harmonis seperti sedia kala. Namun sangat disayangkan belakangan ini terus menyulut polemik. Bahkanadanya rencana untuk melengserkan Ketua DPRD yang sah secara hukum merupakan sikap yang tidak bisa ditoleransi. “Ketua DPRD sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

Mari kita berpikir yang positiv dan bijaksana, secara profesional dan tidak lepas dari konstitusi kita. Kami tidak mencampuri urusan rumah tangga partai lain dan janganlah mencampuri rumah tangga partai kami” tegasnya.

Agus mengatakan, carut marut lembaga DPRD Kotim ini imbas dari masalah AKD karena adanya sejumlah anggota yang tidak begitu paham.“Proses AKD dari awal sudah jelas salah. Coba cari seluruh tanah air Indonesia, ada tidak anggota fraksi dan anggota DPRD tidak masuk di AKD, coba cari se- Indonesia. Ini sudah jelas salah itu,” tegas Agus.Pernyataan Agus ini cukup mendasar.

Dari empat SK AKD yang diterbitkan DPRD itu tidak lagi mengakui keberadaan anggota DPRD dari PDIP dan Partai Demokrat. Alhasil dari 40 anggota DPRD yang di SK dalam susunan AKD hanya berjumlah 28 orang. SK yang hanya dibubuhi tandatangan Wakil Ketua I ini kembali menyulut konflik itu beberapa hari terakhir, sehingga Ketua DPRD Kotim mengambil keputusan untuk memberhentikan semua aktivitas di lembaga itu untuk mengantisipasi adanya potensi pelanggaran hukum.

“Ketua DPRD Kotim mau meluruskan ada yang salah dan tidak benar di lembaga ini. Wajar jika sebagai posisi ketua melakukan hal demikian.

Namun jangan remehkan ketua dewan yang kini selalu lemah lembut dan penyabar. Perlu diketahui kader PDIP menjalankan tugas secara profesional sesuai dengan aturan, karena salah ya diluruskan,” tegas Agus, yang sebelumnya menjabat Ketua Komisi I.Jika ada anggota DPRD merasa itu tidak ada permasalahan, maka dengan segala konsekuensi hukumnya bisa dilaksanakan dengan tanggung jawab sendiri tegas Agus 

“Kalau ada anggota merasa benar ya teruskan saja. Jangan sampai kalau ada apa-apa, apabila tersangkut dengan hukum bawa-bawa nama ketua DPRD,” Demikian Agus.

(Kr)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button