Bogor

Beri Kelonggaran, Bupati Bogor Tinjau Langsung Lokasi Konservasi Satwa TSI dan Kelahiran Bayi Gajah Bernama Bonesia

BOGOR, CISARUA – Sergapreborn
Bupati Bogor, Ade Yasin tinjau langsung lokasi konservasi satwa di Taman Safari Indonesia Cisarua Kabupaten Bogor, Kamis (26/8). Bupati Bogor menegaskan hanya zona konservasi saja yang boleh dibuka pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 ini.

Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan pembukaan tempat wisata di level 3 sebetulnya tempat wisata belum boleh buka tetapi karena itu lokasi konservasi binatang dari seluruh negara, terlebih Taman Safari Indonesia ini tidak mendapatkan bantuan pusat sehingga mereka kesulitan untuk memberi pakan dan Rumah Sakit Hewan cukup tinggi.

“Sehingga saya beri pengecualian untuk konservasi boleh buka, itupun hanya safari journey saja. Ada beberapa yang saya minta untuk tutup seperti curug, kolam renang, taman bermain, dan tempat keramaian atau tempat berkumpul seperti wahana pertunjukan dan lainnya belum boleh beroperasi,” tegas Ade Yasin.

Menurutnya, hanya perjalanan menuju lokasi konsevasi yang diberi kelonggaran seperti rumah makan buka dan boleh makan ditempat maksimal 30 menit dengan kapasitas 50% sesuai aturan Kemendagri, mushola dan masjid juga dibuka dengan kapasitas maksimal 50%, tetapi untuk nongkrong belum boleh masih dibatasi untuk mencegah kerumunan dan penyebaran Covid-19. Ketentuan tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/408/Kpts/Per-Uu/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Sehat, Aman, Dan Produktif Melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kabupaten Bogor terhitung mulai 24-30 Agustus 2021.

“Kami juga terapkan barcode peduli lindungi, bahkan disekatnya sudah dari bawah baik mau masuk dan keluar Gadog, ini sangat ketat. Tidak hanya masuk kesini tetapi keseluruh tempat yang ada di Puncak kami berlakukan aplikasi peduli lindungi, untuk yang belum vaksin hasil menunjukan tes hasil PCR, jelas Bupati Bogor.

Lanjut Ade Yasin melanjutkan, berdasarkan hasil pantauan bahwa kesehatan satwa dan pelayanan kesehatan para satwa di lokasi konsevasi berjalan seperti biasa, karena pelayanan kesehatan untuk hewan sama dengan manusia tidak mengenal musim baik dalam kondisi pandemi atau tidak, tetap Kesehatan satwa dipantau oleh rumah sakit hewan.

 “Tadi juga telah lahir bayi gajah yang diberi nama Bonesia atau singkatan dari Bogor Indonesia karena lahir di Bogor, Kita juga perlu support pariwisata ini supaya Bogor bisa menjadi tempat hewan-hewan langka, karena disini ada RS-nya sehingga kita bisa memelihara mereka dengan baik termasuk juga penangkarannya.

Tambahnya, ada juga bayi beberapa jenis binatang termasuk harimau yang diberi susu khusus dari luar negeri. Konservasi ini cukup besar tanggung jawabnya sehingga pusat konservasi ini ia berikan kelonggaran asal sesuai aturan dan Protokol Kesehatan yang ketat. 

“Perasaan senang bisa bersentuhan langsung dengan satwa dipenangkaran ini, salah satunya anak harimau. Saya suka binatang dan manusia harus perlakukan sama, Alhamdulilah saya lihat di sini diurus dengan baik, diperlakukan dengan baik oleh perawat dan dokternya, sehingga mereka nyaman tinggal di sini di hutan belantara yang diciptakan Taman Safari Indonesia,” tukasnya.
Sumber Diskominfo
Eristo

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button