Cilacap

Dugaan Pungli Di SDN 1 Rawa Apu Memberatkan Orang Tua Wali Murid Di masa Covid 19

Sergapreborn Patimuan Cilacap Orang tua Wali murid SDN Rawaapu 1 mengadukan keluhannya kepada Tim Investigasi LSM GMBI (Nur Rohman) dan media sergapreborn.id terkait menjamurnya Pungli yang sangat memberatkan orang tua, wali murid di masa Covid 19 warga masyrakat Desa Rawaapu kesulitan untuk membayar beberapa poin yang di targetkan dari pihak sekolaĥ SDN Rawaapu 1 ujar Nur Rohman.

Nur Rohman Memberkan dari salahsatu, Walimurid bahwa di tempat anaknya Sekolah di SDN Rawaapu 1 ada pungutan bahkan sudah menjamur sejak lama. ” Biaya yang di pungut pihak sekolah yang harus di bayarkan diantaranya , LKS per Bukunya Rp. 15000 ,SOT perbulan Rp. 15000 dan ada juga tarikan uang bangunan Rp. 125.000 yang katanya mau buat bikin benteng sekolahan namun sampai sekarang belum di realisasikan ujarnya.

“Dan Tentang Program Indonesia Pintar (PIP) , kartunya juga di pinta sama pihak Sekolah dengan alasan katanya kalau di pegang sendiri oleh Walimurid takut hilang jadi setiap akan ada pencairan para Wali murid yang berhak menerima bantuan tersebut di suruh tanda tangan untuk pengambilan pencairan. Setelah di ambil uang tersebut tidak di bagikan ke Murid atau Wali murid. ” sedangkan pecairan PIP Tesebut mencapai Rp. 350.000 imbuh Nur.

Murid hanya di berikan dari pihak sekolah SDN Rawaapu 1 sebesar Rp.100.000, atau Rp. 150.000 itupun di potong oleh guru Rp.50.000 alasannya untuk biyaya mondar mandir dalam mengurus pencairan bantuan PIP tersebut. Sedangkan sisanya di tahan oleh pihak Sekolah untuk keperluan sekolah tandasnya.

Menurut inisial (RS) Wali murid kami sangat keberatan apalagi di tengah Pandemi Covid 19 seperti ini, dengan adanya tarikan” biaya yang harus Kami bayar apalagi setelah Kami dapat pemberi tahuan di grup Sekolah dari salah satu guru di SDN Rawaapu 1 tempat anak saya Sekolah bahwa untuk bisa menerima Rapot Kami harus melunasi biaya” tersebut yang waktunya di tekankan paling lambat sampai 11 Desember 2021 kalau Kami gak melunasi anak Kami tidak di bagi Rapotnya ujarnya.

Setelah banyak pengduan orang tua kepada Tim Investigasi GMBI Nur Rohman dan media sergapreborn.id untuk mengadukan keluhannya, tim pun mendatangi Sekolah SDN Rawaapu 1 untuk konfirmasi ke Kepala Sekolah ( Atini ). Menurut Kepala Sekolah kebetulan saya belum lama jadi Kepala Sekolah di SDN Rawaapu 1 ini jadi saya hanya meneruskan program” yang lama yang sudah di sepakati antara Walimurid dan Komite saat musyawarah Komite adapun biyaya ataupun tarikan itu adalah sumbangan dari Walimurid , keinginan saya seharusnya jika Walimurid merasa keberatan dengan tarikan apa sumbangan” itu hendaknya datang dan bilang ke Sekolah jangan di saat kumpulan diam tapi setelahnya pada keberatan ujarnya.

Masih kata (Atini)
Memang Sekolah itu di biyayai oleh dana BOS , namun ada keperluan dan kepentingan Sekolah yang tidak di danai atau di anggarkan oleh dana Bos seperti misalnya ada Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Cilacap ada HUT kecamatan Patimuan dan lain-lain makanya pihak Sekolah menyampaikan ke Komite untuk minta bantuan kepada Walimurid untuk keperluan Sekolah masa guru harus ngodok saku sendiri untuk kepentingan Sekolah ujarnya.

Kalau untuk masalah apa yang di katakan Guru yang di share di Grup Sekolah yang menjatuhkan waktu pembayaran sampai 11 Desember 2021 kalau tidak di bayar rapot tidak akan di berikan. ” itu sebenarnya hanya untuk mengingatkan sajah karena banyak yang belum bayar biaya sumbangan tersebut di atas ungkapnya.

“Atini menambahkan sebenarnya walaupun belum lunas nantinya masalah Rapot ya tetap di bagikan tandasnya.

“Atini pun menjelaskan
masalah Sekolah memiliki aset Pohon alba yang kemarin di jual itu laku Rp. 4.500.000 uang tersebut untuk di bebelikan Lomari Rp. 5.000.000, kenapa di gunakan Uang itu untuk membeli lemari karena butuh untuk tempat penyimpanan piala” dan buku” Arsip dan sebagainya agar tertata rapih dan itu ada nota kuitansi pembelian untuk barang buktinya tutur kepsek Atini.

” Nur Rohman melihat apa yang di tunjukan Atini terkait Nota Pembelian Lomari tersebut setelah Ditunjukanlah sebuah Amplop kepada Kami yang isinya sebuah kuitansi pembayaran Lomari senilai Rp.5.000.000 namun di dalam Amplop itu juga terselip Nota kosong yang sudah di setempel Pemilik toko dengan kaget Atini merebut kembali nota tersebut.

” Saat Tim pertanyakan dan minta keterangan untuk apa kuitansi kosong yang sudah di setempel itu Atini buru” meminta nota kosong tersebut dan tidak memberi penjelasan apa” seolah kebingungan.

“Setelah adanya penelusuran kepihak Toko Duta Mandiri Aluminium Suren yang memberikan Tota kosong tersebut dan di tandatangani pemilik toko atas nam Um Doyok, dia mengatakan lewat tlp genggam miliknya, bahwa Nota kosong tersebut katanya untuk persiapan Untuk pengganti pembelian lomari ketika Dana Bos Turun bahkan Kepala sekolah meminta Nota kosong itu Sudah Biasa, tandas Nur.

” Ada apa ya Bu kepsek Padahal pembelian Lomari tersebut sudah di bayar oleh Aset sekolah, hasil dari penjualan pohon Albasiah, yang di Jual Kepsek sendiri, sebesar Rp. 4.500.000 dan di nota pembelian Lomari tersebut Lunas di bayarkan Rp. 5.000.000, terus nantinya kalau di Bayar kan pake dana Bos lagi ketika turun dan merekayasa bukti kuetansi kosong tersebut untuk bukti pembayaran Baru terus dana hasil dari penjualan aset sekolah untuk apa..???. (Sukendar /Bd)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button