Kerinci

Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kab.Kerinci Dinilai Gagal Dibawa Kepemimpinan Askar Jaya”

Kerinci.- Sergapreborn

Lingkungan bersih adalah harapan semua orang agar tercipta hidup sehat. Dinas Lingkungan Hidup kab.Kerinci yang seharusnya menangani masalah sampah dinilai gagal melaksanakan tugasnya karena sampah menumpuk dibeberapa titik bahkan seperti sepanjang jalan Nasional arah ke tanjung tanah.

Dibawah kepemimpinan Askar Jaya DLH kabupaten Kerinci bukannya tambah maju tapi mundur dalam mengatasi sampah. Masyarakat sudah gerah melihat pemimpin yang seperti ini.

Dari hasil investigasi dilapangan yang dilakukan awak media Sergapreborn, masalah sampah dan kebersihan di kab.Kerinci bertambah banyak dan Kadis Lingkungan Hidup saat dihubungi di kantor selalu tidak ada ditempat dan ditelepon seluler serta pesan WhatsApp hanya janji untuk bertemu tapi tidak dilaksanakan.

Masyarakat meminta pihak terkait dalam hal ini Bupati Kerinci dapat mengambil kebijakan dan memberi peringatan kepada Kadis LH terkait pengelolaan sampah sehingga dapat memperbaiki kinerjanya, atau jika perlu diganti Kadisnya sehingga Dinas Lingkungan Hidup kab.Kerinci dapat bekerja lebih baik lagi.

Ketua LSM Gerham Aksi Safrizal saat diminta tanggapannya terhadap kinerja DLH kab.Kerinci sekarang,( Selasa, 11/5/2021 ) mengatakan ” Bahwa DLH dibawa kepemimpinan Askar Jaya kinerjanya bertambah buruk, sampah-sampah menumpuk dari hilir dan mudik. Sepanjang jalan tanjung tanah yang merupakan jalan Nasional penuh dengan sampah. Dijalan Raya Siulak ditutup dengan pagar seng tapi sampah masih menumpuk dan berceceran keluar pagar seng. Jalan Tanjung Pauh pun begitu sampah menumpuk. Untuk kebaikan DLH dimasa akan datang sebaiknya Askar Jaya mundur dari jabatannya sebagai Kadis LH kab.Kerinci kalau tidak sanggup mengatasi sampah di kab. Kerinci.”

Yang jadi pertanyaan, Bagaimana kinerja tenaga honorer penyapu jalan dan pengangkut sampah serta pengawas bekerja ? Apakah karena persoalan honor atau gaji yang mereka terima kurang atau terjadi pemotongan dari Kadis sekarang ? Sehingga kinerja mereka tidak semangat lagi, tidak sesuai dengan honor yang diterima.

Dari hasil wawancara awak media Sergapreborn dengan dua orang tenaga honorer yaitu tenaga sapu / pengangkut sampah dan pengawas yang minta nama dirahasiakan ( Selasa, 11/2021 )
menyampaikan “Honor kami terjadi pemotongan, tidak jelas mengapa dipotong. Kami tenaga honorer sapu/pengangkut sampah terima honor hanya 3 bulan dari Januari s.d Maret biasanya terima Rp 1.350.000,- per bulan tapi sekarang hanya terima Rp 900.000,- per bulan dan tidak tandatangan SPJ. Dan tenaga pengawas hanya dibayar honor Rp 1.300.000,-per bulan terhitung dari bulan Januari s.d April, yang sebelumnya menerima Rp 1.600.000,-kami tandatangan tapi tetap nilai tertulis Rp 1.600.000,- . Sekarang DLH kacau semenjak kepemimpinan bapak Askar Jaya.”

( EKA )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button