Kalimantan Tengah

Pemborong PSR Enggan diusik Wartawan Mengaku Dari LSM Tantang ketemu di Pengadilan

Sergapreborn, Katingan-Kalteng

Menindaklanjuti pemberitaan yang diterbitkan oleh media online Infopengawaskorupsi.com, pada (8/3/2021), yang berjudul, PSR Desa Kampung Melayu Diduga Palsukan Surat Tanah Warga Diminta Aparat Turun Tangan.
Munculnya berita tersebut, Ketua kelompok tani Melayu Mandiri Yanto alias Ayus, yang juga sebagai pembirong PSR itu warga desa Kampung Melayu, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, merespon dengan cara mencatut dan mengaku dari salah satu LSM untuk menakut-nakuti wartawan yang sedang mempermasalahkan pekerjaanya yang mana perlu diketahui pekerjaanya berasal dari anggaran pemerintah untuk mensejahtrakan masyarakat,agar kegiatanya tudak diusik wartawan nekat mengaku sebagai LSM dan menentang nanti ketemu di Pengadilan.

Ayus menggunakan jalan pintas, mengirimkan foto surat tugas LSM-SIDAK (Lembaga Swadaya Masyarakat-Semangat Indonesia Anti Korupsi) dan surat pakta integritas yayasan KPK-TIPIKOR (Komisi Pengawasan Korupsi-Tindak Pidana Korupsi), milik orang lain.

Tidak hanya mengirim foto surat tugas LSM melalui pesan WhatsaPp, Ayus juga mengaku anggota LSM dan menuliskan “Nanti ketemu di pengadilan”, tulis Ayus lewat pesan WhatsaPp, kepada Fauzan salah satu wartawan

Fauzan mengatakan, Jika ingin klarifikasi berita atau hak koreksi silahkan, bukan dengan cara seperti itu, sama dengan halnya mempengaruhi menakut-nakuti saya,katanya.

“Apa hubungannya masalah pribadi membawa nama LSM atas nama orang lain, sehingga membuat saya tidak paham maksud dan tujuannya, padahal saya membantu masyarakat untuk memberikan informasi berdasarkan pakta dilapangan” katanya, Kamis (18/3).

Sementara Syahrian D Tudang, dari yayasan anggota pengawasaan DPP KPK-TIPIKOR, saat dikonfirmasi Wartawan Sergapreborn, Rabu 18. Maret 2021. Ia tidak mengakui adanya anggota bernama Yanto atau Ayus, yang tergabung di yayasan KPK-TIPIKOR.

Menurut Syahrian, permasalahan pribadi tidak boleh membawa nama jabatan, sedangkan Ayus ketua kelompok tani diberi amanah mengelola uang negara dan punya tanggung jawab, jika ada permasalahan pribadinya kenapa bawa-bawa nama lembaga, itu sangat tidak logis dan tidak frofesional dalam mengerjakan pekerjaan tersebut dikonfirmasi wartawan kok menjawab dari salah satu LSM, ungkap,” Syahrian.

“Apalagi tidak tergabung di KPK-TIPIKOR, bisa diduga menyalahgunakan surat tugas milik orang lain, demi kepentingan pribadi serta mencari keuntungan, akhirnya merugikan orang lain itu bisa ditintut atas pencemaran nama baik LSM maupun penyalahgunakan hak Lembaga yang memiliki legalstending yang sah bisa dituntut secara hukum,” ujar Syahrian D Tudang.

Dalam hal ini, Syahrian akan membawa permasalahan tersebut,ke proses hukum dengan bukti-bukti pendukung lainnya, karena sudah mencatatut nama yayasan KPK-TIPIKOR yang di transfer melalui WA kepada seorang wartawan tanpa seijin atau sepengetahuan (Ketum) Ketua umum, yayasan KPK-TIPIKOR.

“Saya sudah kordinasi kepada ketua DPD yayasan KPK-TIPIKOR di Kalteng, bahwa persoalan ini akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, apapun ranahnya saya serahkan ke penegak hukum. Apabila tidak segera ditindaklanjuti masalah ini, dikhawatirkan kedepannya terulang kembali dengan hal yang sama,” ujar Syahrian.

(Kar)

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button