Cimahi

Polres Cimahi Polda Jabar serahkan 30 motor Hasil Curanmor

Sergapreborn Cimahi Safrudin dan Yuliana tersenyum gembira karena motor dan mobil milik mereka akhirnya berhasil kembali ke pangkuannya. Padahal kedua korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu sempat putus asa.

Bahkan mereka tak berani berharap motor dan mobil yang dicuri beberapa bulan lalu itu bisa kembali karena hilang entah ke mana.

Kini, mereka bisa kembali membawa kendaraan ke rumah setelah hadir di Mapolres Cimahi untuk menerima kunci motor dan mobil yang pernah hilang. Penyerahan motor dan mobil ke pemiliknya dilaksanakan oleh Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan dan Dandim 0609/Cimahi Letkol Inf Hary Novana Andriyas.

Saya berterima kasih kepada jajaran Polres Cimahi yang sudah menemukan mobil Xenia saya yang hilang pada 29 November 2021 lalu, saat terparkir di kontrakan,” kata Yuliana kepada wartawan usai gelar perkara dan penyerahan simbolis kendaraan di Mapolres Cimahi, Senin (7/3/2022).

Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengungkapkan, total kendaraan yang berhasil diamankan jajarannya selama Operasi Jaran Lodaya 17-26 Februari 2022 di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) total ada 30 unit. Terdiri dari 26 unit kendaraan roda dua dan empat kendaraan roda empat.

Semua kendaraan tersebut dikembalikan secara gratis kepada para pemiliknya yang bisa bukti kepemilikan. Bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan juga bisa mengecek langsung ke Mapolres Cimahi dengan membawa surat-surat sah sebagai pemilik.

“Semua barang bukti itu diamankan dari 12 tersangka yang melakukan aksinya secara berkelompok dan paling banyak di wilayah KBB, dengan total lokasi pencurian di 50 titik,” kata Kapolres Cimahi

Selain barang bukti kendaraan, ujar AKBP Imron Ermawan, Polres Cimahi pun mengamankan sejumlah alat yang digunakan para tersangka. Seperti, kunci kontak palsu, kunci astag, mata astag, obeng, kunci leter T, dan satu buah tang.

Berdasarkan hasil interogasi kebanyakan mereka sindikat dan orang lama spesialis pencurian kendaraan bermotor. “Biasanya kendaraan yang diincar para pelaku yang terparkir di toko swalayan, depan rumah atau rumah tanpa pagar, kontrakan, dan tempat sepi. Mereka (pelaku curanmor) dijerat Pasal 362 dan 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ujarnya.

YN

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button