Kalimantan Tengah

Praktisi Hukum Berharap Perkara yang Ditangani Kejaksaan Tidak Jadi Ajang Sulahturahmi Oknum Pejabat

Sergapreborn, Sampit – Kalteng.

Rentetan kasus dugaan korupsi proyek sirkuit, yang terletak diJalan Jendral Sudirman KM 6 , Kecamatan Mentawabaru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur ( KOTIM ) Provinsi Kalimantan Tengah ( KALTENG ) dan beberapa kasus proyek lainya yang sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Kotim, kapan akan tuntas masih diragukan.

Riduansyah, SH. berharap kepada pihak Kejaksaan Negeri Korim, kasus yang sedang ditanganinya jangan sampai dijadikan ajang sulahturami oleh oknum-oknum tertentu.

Saya pandang demi tegaknya keadilan dan adilnya hukum, beberapa perkara dugaan kasus korupsi proyek yang sudah ditangani olehnya itu merupakan kasus besar yang harus dituntaskan dan ditangani secara serius, apalagi beberapa bulan yang lalu sudah memanggil beberapa nama yang terlibat dalam proyek tersebut, selain itu juga menurut saya proyek yang bermasalah itu, sebetulnya ada salah satu yang sudah selesai , kenapa sampai sekarang semakin tidak jelas, selain itu juga dari beberapa proyek yang bermasalah itu ada salah satunya proyek korban dari pada ambisius penguasa yang dulu dan terkesan dipaksakan, tidak memikirkan penyebab akan kemudian hari proyek tersebut akan bermasalah apalagi sampai sekarang belum dipungsikan menjadi mangkrak siapa yang bertanggung jawab?.

“Saat ini masyarakat sudah pintar akan perkembangan teknologi ,apalagi proyek yang diduga bermasalah dan sudah ditangani oleh Kejaksaan, masyarakat sangat berharap perkara proyek yang ditangani oleh pihak Kejaksaan itu agar ditangani secara serius,dan dibuktikan perkara tersebut ditangani secara benar dan adil demi hukum yang berlaku.

“Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap intitusi Adiyaksa Kejaksaan hilang begitu saja demi membela oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pasalnya beberapa kasus yang ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Kotim, terbilang lamban dan tidak serius terbukti dari beberapa kasus yang sudah memanggil pihak rekanan maupun tingkat pejabat penting dilingkungan Pemkab Kotim, hingga saat ini tidak ada kejelasan dan terkesan mandek,kata Riduan.

” Saya masalah perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kotim itu selalu mengikuti dan ada beberapa perkara dugaan korupsi yang ditanganinya , namun dari beberapa kasus yang ditangani kenapa tidak ada satupun yang tuntas, terutama kasus yang sedang ngetren seperti proyek Sirkuit, Penataan makam, kasus Dana Desa ( DD ) yang milibatkan Kepala Desa Kuin, Jembatan Pamalian, dan lain – lainya , jangan sampai perkara dugaan korupsi yang sudah terang gumerang yang sudah memanggil beberapa orang saksi dan pihak rekanan sejak beberapa bulan yang lalu,bahkan ada juga yang sudah hampir dua tahun masih belum tau nasibnya, apakah perkara itu di SP 3 kan atau tidak masih belum jelas, itulah yang hingga saat ini menjadi bertanyaan? sementara ketika Lembaga Swadaya Mm asyarakat, ( LSM ) maupun Wartawan yang ingin mengetahui tindak lanjut perkara tersebut pihak Kejaksaan Negeri Kotim, tidak pernah memberikan atau menerima rekan-rekan media yang hendak konfiasi persamalahan itu, dan terkesan tertutup.

Undang Undang No 14. Tahun 2008, Tentang Keterbukaan Informasi Publik ( KIP ) Bahwa informasi kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional, bahwa hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan informasi keterbukaan informasi publik merupakan ciri penting negara demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujutkan penyelenggaraan negara yang baik”pungkanya.(Kr )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button