Singa Penuh

Direktur RSUD H.Bakri Di duga Lempar Tanggungjawab Terkait Insiden Pemukulan Wartawan oleh Security”

Kota Sungai Penuh – Sergapreborn

Tindakan arogan oknum security disaat wartawan Sergapreborn ingin meliput acara peresmian gedung RSUD H.Bakri Sungai Penuh Jln. Soekarno Hatta desa Sungai Ning kec.Sungai Bungkal kota Sungai Penuh Senin, 21/6/2021 distop menuju lokasi dengan alasan instruksi Direktur RSUD H.Bakri.

Kronologis saat wartawan Sergapreborn inisial E, S dan wartawan Jambipos.id inisial NS ingin meliput acara peresmian yang akan dilaksanakan oleh Walikota Sungai Penuh H. Asrafi Jaya Bakri, di Stop diparkiran tidak boleh meliput oleh oknum Security inisial TA dan meminta menunjukan surat tugas dari Direktur RSUD H.Bakri untuk meliput dan meminta juga menunjukan undangan untuk meliput. Awak media sudah memperlihatkan Id-card Pers dan menjelaskan bahwa untuk peliputan tidak perlu surat tugas seperti itu dan acara ini bisa diliput wartawan. Karena yang mengeluarkan surat tugas adalah Pimred bukan Direktur RSUD H.Bakri.

Tapi TA tidak mau mendengar bahkan terjadi perdebatan dan tambah panas dengan datangnya Security lagi inisial A beserta Security lainnya. Oknum Security A menantang wartawan NS. Wartawan S bermaksud hendak melerai justru dipukul oleh A. Sehingga terjadi tampak pengeroyokan karena S dan NS dipegang oleh Security lainnya padahal mereka membela diri.

Saat dikonfirmasi terkait insiden pemukulan wartawan, setelah acara peresmian Direktur RSUD H.Bakri mengatakan “Bahwa Ada 6 orang Security Karantina yang bertugas dibawa Dinkes Kota Sungai Penuh dan menjadi tanggungjawab Dinkes serta 2 orang Security dari RSUD.”

“Saya Direktur untuk Rumah Sakit kalau bawah dikarantina saya adalah penanggungjawab kegiatan karantina yang berada dibawah Dinkes. Jadi saya dimanfaatkan sebagai penanggungjawab kegiatan karantina. Yang melakukan pemukulan setelah saya cek diluar jam dinas ( off ) dan hari ini yang kerja ada 2 orang.” Ungkapnya.

Yang jadi pertanyaan Bagaimana Direktur RSUD bisa mengatakan 6 orang Security menjadi tanggungjawab Dinkes Kota Sungai Penuh sedangkan Direktur adalah penanggungjawab kegiatan karantina di dalam lingkungan RSUD H.Bakri ? Dan yang bekerja hari ini ada 2 orang sedangkan Security yang hadir ada beberapa orang dan terlibat dalam keributan.

Perwakilan Wartawan dan LSM inisial R mempertanyakan “Apakah benar atas instruksi Direktur untuk meliput wartawan harus ada surat tugas dari Direktur RSUD H.Bakri ? dan minta dihadirkan A untuk diklarifikasikan dengan Direktur terkait hal tersebut ?”

“Tidak benar, maksudnya surat tugas dari media tapi jika tidak ada surat tugas bisa bertemu saya digedung bawah, tidak bis menghadirkan A karena hari ini tidak dinas ( off )” Lanjut Direktur RSUD H.Bakri.

Terkait hal ini Baik Direktur dan Security diDuga sengaja menghalangi tugas dari awak media yang ingin mencari berita, didalam UU Pers Nomor 40 tahun 1999 sudah sangat jelas mengatur. Awak media Sergapreborn S sudah menindaklanjut dengan melaporkan peristiwa ini kepihak Polsek Kota Sungai Penuh.

( EKA )

Sergapreborn

Menegakan Kebenaran Demi Hukum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button