Kalimantan Tengah

Ketua NCW Sekalimantan Pertanyakan Dugaan Suap Perekrutan Tenaga Kontrak di Lingkungan Pemkab Kotim yang di Tangani Kajari Kotim

Sergapreborn, Sampit-Kalteng. Ketua Lembaga Nusantara Coruption Wacth (NCW) Sekalimantan Aminudin, pertanyakan perkara dugaan korupsi perekrutan tenaga kontrak yang saat itu ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Kotim, sejak beberapa tahun yang lalu memberikan kesan seperti ditelan bumi.

Kasus dugaan suap tenaga kontrak ratusan orang yang sempat heboh dilingkungan pemerintah kabupaten kotawaringin timur, saat itu menurut dia hingga saat ini tidak ada kejelasan dari pihak Kejaksaan.

Padahal kasus tersebut sudah memanggil beberapa nama pejabat penting untuk domintai keterangan oleh pihak
Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, bahkan pihaknya pada saat itu sudah menerbitkan surat perintah penyelidikan dalam kasus dugaan suap perekrutan tenaga kontrak.

Bahkan dalam kasus tersebut sempat mengerucutkan ke sejumlah nama yang menjadi aktor indikasi suap perekrutan tenaga honorer angkatan 2020-2021 itu.

Sejumlah saksi sudah mulai diminta keterangan oleh penyidik tindak pidana korupsi pada Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur.

Bahkan pada waktu itu Ketua Tim Penyidik Trio Andi Wijaya saat dikonfirmasi media membenarkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap perkara tersebut, Rabu ( 12/5)

”Benar sudah banyak saksi yang kami periksa, ada dari tenaga kontrak, kepala desa hingga pejabat pada instansi terkait,” kata Trio melalui sambungan seluler saat itu.

Namun terkait hasil pemeriksaan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur ini masih belum mau membukanya dengan alasan perkara itu belum naik ke tingkat penyidikan.

Namun demikian dari sejumlah saksi yang diperiksa sudah mulai mengerucut, bahkan ada saksi dari tenaga kontrak itu sendiri mengaku langsung menerima SK pengangkatan sebagai tenaga kontrak tanpa mengajukan surat lamaran. Bahkan ada yang akhirnya mengakui ada sejumlah uang yang disetor kepada oknum tertentu.

“Saksi masih kami panggil, siapa saja yang mengetahui ASN diduga terlibat dalam praktik ini kami panggil,” tandasnya.

Seperti diketahui pada awal 2021 ini ada sekitar 500 lebih tenaga kontrak yang diterima mulai dari pegawai pada SOPD, guru hingga tenaga kesehatan.

Kejari Kotim menelisik kasus ini setelah adanya dugaan suap yang dilakukan untuk menjadi tenaga kontrak, dengan nilai hingga puluhan juta rupiah.

Kasus ini juga sempat menuai polemik di lingkungan DPRD Kotawaringin Timur, bahkan anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur Khozaini sebelumnya mendukung kasus ini diungkap. Karena penerimaan tenaga kontrak itu dianggap terlalu berlebihan.

Aminudin, berharap kepada pihak Kepala Kejaksaan Negeri Kotim, yang baru menjabat kiranya dapat mengungkap kembali atas kasus dugaan korupsi perekrutan tenaga kontrak yang sempat heboh didunia maya, dan diberbagai media Online, tiba tiba terdiam sepeti ditelan bumi,
tegas,
Aminudin 27/03/2022.

( Kr)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button